Keluarga Korban Sesalkan Polisi Tidak Tahan Tersangka Laka Lantas

  • Bagikan
Barang bukti mobil pick up yang menyebakan puluhan anak terluka dan satu orang anak meninggal dunia

WEDA – Keluarga korban kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) yang terjadi di jalan raya Lelilef Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Selasa (6/11) lalu, menyesalkan sikap penyidik Satlantas Polres Halteng yang tidak menahan pengemudi mobil pick up jenis Suzuki APV dikemudikan Rizky Umar (24) yang mengalami kecelakaan dan mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia dan puluhan korban luka-luka.

“Kami sesalkan pihak Lantas yang menangani kasus Laka dengan satu orang korban jiwa ini, karena Rizki Umar (tersangka) ini orang tuanya orang kaya sehingga tidak ditahan polisi. Apakah orang kaya kebal hukum dan sampai sekarang masih bebas berkeliaran di desa,” ungkap Anwar, orang tua korban selamat Fauzan Maskape kepada KabarMalut, Rabu (28/11/2018).

Anwar mengaku, mesti pihaknya menjadi korban, tersangka dan keluarganya sendiri tidak memiliki itikad baik terhadap para korban. Bahkan biaya pengobatan saja ditanggung masing-masing para korban tanpa rasa iba dari tersangka.

“Anak kita sudah menjadi korban dan cacat, otomatis masa depan anak kita sudah tidak mencapai impian cita-cita, kalau ingin masuk polisi dan lainya kalau sudah cacat mau buat apa lagi anak kita. Biaya pengobatan saja kami tanggung sendiri,” kesal Anwar.

Keluarga korban meminta keadilan dengan mendesak penyidik Satlantas Polres Halteng segera menahan tersangka.

Terpisah Kasat Lantas Polres Halteng, AKP Johanis S Aipipidely mengaku pihaknya telah memeriksa tersangka di rumah sakit. Namun dari pihak rumah sakit belum memberikan surat keterangan sehat tersangka, karena tersangka masih berobat di kampung. Polisi tetap memproses kasus ini tanpa pandang bulu, apalagi berkas tersangka sudah disampaikan ke kejaksaan.

“Kasus laka lantas tetap kami lanjutkan, dimana Surat Pemberitahuan Dimulai Penyelidikan (SPDP) sudah kami kirim ke Kejaksaan Negeri Weda. Tetap kasus ini kita akan lanjutkan sampai di pengadilaan, jadi tidak ada kasus yang kami tidak selesaikan, bilamana SPDP sudah dikirim ke Kejaksaan tidak bisa selesaikan secara kekeluargaan,” tegasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut