Safari Personil ke Lanal Ternate, Waaspers Kasal Akan Usulkan Alutsista Untuk Lanal

  • Bagikan
Waaspers Kasal, Laksma TNI B Ken Tri Basuki (kanan) dan Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Kushardianto saat pemberian plakat

TERNATE – Wakil Asisten Personel (Waaspers) Kasal, Laksamana Pertama (Laksma) TNI B Ken Tri Basuki menggelar Safari Personil ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ternate, sekaligus meninjau Lanal, mengecek kesiapan personil dan memberitahukan program baru yang harus disampaikan di Lanal Ternate.

“Alhamdulillah setelah meninjau langsung tentu banyak permasalahan, sehingga kekurangan ini akan dilaporkan ke pimpinan tertinggi. Selain itu, kita mencari tahu apa permaslahan, apakah ada permasalahan, termasuk rekrutmen personil AL,” kata B Ken Tri Basuki kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Disentil terkait dengan kekurangan alutsista yang menjadi permasalahan personil AL khususnya di Lanal Ternate. Jenderal bintang satu ini menegaskan, Lanal Ternate yang masuk pada Sub Rayon Armada III Sorong ini diharapkan secepatnya diatasi kekurangannya serta ditambahkan sarana prasarana pendukung seperti pengadaan alutsista.

“Kekurangan alutsista itu sudah disampaikan pak Danlanal Ternate, sehingga kami sudah usulkan ke pimpinan. Semoga direalisasi secepatnya” jelasnya.

Waaspers menambahkan, terkait dengan kekurangan personil dirinya berupaya, dan penambahan Pos Angkatan Laut (Posal) di kabupaten/kota khususnya di Malut.

Sementara itu, Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Kushardianto dalam keterangannya mengatakan, penempatan Posal  berdasarkan beberapa kriteria diantaranya, ancaman yang berdimensi maritim dan tentunya  adanya ketersediaan lahan, jika sudah ada lahan maka pihaknya akan mengusulkan ke pimpinan.

“Namun jika dinilai oleh pimpinan bahwa ancaman tidak didirikan Posal itu akan menjadi hal yang lain, yang jelas kita akan melihat dulu dimana potensinya besar di situlah akan melaporkan ke pimpinan,” akunya.

Diakui hingga saat ini potensi laut di Malut masih relatif aman, ancaman faktual yang ada di Malut adalah ancaman sifatnya non militer yaitu bencana alam, kecelakaan laut dan fishing ground dari nelayanan daerah lain yang masuk ke perairan Malut.

“Jadi ancaman faktual di wilayah perairan Malut adalah non militer,” cetusnya.

Dirinya juga mengaku, saat ini pihaknya tengah membangun satu Posal di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan peningkatan Posal menjadi Lanal yang ada di Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

“Halut itu akan dibangun Posal jika itu ditambah akan menjadi 7 Posal, untuk armada tiga kami sudah mengusulkan Posal Sanana menjadi Lanal dan yang jelas dari kami adalah masalah personel dan alutsista,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut