Sesalkan Sikap Kemendagri, KMMB dan ASN Ancam Besok Kembali Aksi

Fizri Nurdin
Para ASN kembali menggelar aksi kecewa terhadap sikap Kemendagri

DARUBA – Pertemuan Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tim dari Kementerian Dalam Negari (Kemendagri) terkait aksi unjuk satu pekan terakhir, tidak membuahkan hasil yang maksimal. Terutama tuntutan masyarakat yang menuntut pemberhentian Bupati Pulau Morotai Benny Laos dari jabatannya dan hanya menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tuntutan ASN.

Massa yang sebelum pertemuan sempat menggelar aksi dengan tuntutan yang sama ini, berencana akan menggelar aksi besar-besar Kamis (29/11) besok.  Masyarakat menyesalkan sikap Kemendagri yang tidak respon terhadap tuntutan mereka selama ini disuarakan dengan memboikot kantor pemerintahan.

“Anda (Kemendagri) ini memahaminya gimana, aksi ini bukan hanya soal ASN, tapi aksi ini adalah masyarakat menuntut agar Bupati Benny Laos segera diturunkan dari jabatannya. Jadi kalau tidak ada sikap terkait tuntutan yang kami sampaikan itu tidak perlu datang ke Morotai,” ungkap Taufik Sibua dalam orasinya usai pertemuan, Rabu (28/11/2018).

Aksi kekecewaan masyarakat atas Ke

Senada juga disampaikan salah satu utusan ASN Yakmil Abdul Karim, dirinya mengaku penyelesaian tuntutan ASN bukan hanya soal punishment (hukuman), penundaan kenaikan pangkat maupun penambahan jam kerja dihari libur. Namun para ASN juga berkomitmen dengan masyarakat agar Bupati segera diturunkan dari jabatannya.

“Besok kita turunkan kekuatan penuh ke gedung DPRD, ajak seluruh masyarakat se-Pulau Morotai untuk menghadiri pertemuan DPRD dengan Kemendagri dan ASN. Dan dalam pertemuan itu juga kita harus paksa DPRD untuk segera paripurna menurunkan Bupati Benny Laos,” cetus Yakmil.

Kapolres Pulau Morotai bernegosiasi dengan massa aksi

Menurut Yakmil, sikap ini diambil karena ASN tidak lagi sanggup dengan sikap arogansi dan intimidasi yang dilakukan oleh Bupati kepada ASN selama ini.

“Secara etika memang kita tidak bisa melakukan demo. Tapi untuk Bupati Morotai anda bisa saksikan sendiri apa beliau lakukan terhadap ASN selama ini. Kami ditindas seperti kariyawan perusahan, pegawai disekap di dalam kamar mandi tanpa ada alasan,” jelasnya.

Yakmil menambahkan, seluruh hak-hak ASN dicabut oleh Bupati dengan semenah-menahnya. Hingga kini sejumlah kantor pemerintah di Pulau Morotai masih diboikot oleh massa aksi, para ASN juga belum melaksanakan aktifitas. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut