Tidak Keluarkan Surat Keterangan Dari Satlantas, Biaya Asuransi Korban Laka Tak Kunjung Cair

  • Bagikan
Salah korban Laka Lantas pick up saat menjalani perawatan

WEDA – Pelayanan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halmahera Tengah (Halteng) dikeluhkan masyarakat. Seperti halnya dialami sejumlah korban kecelakaan mobil pick up jenis Suzuki APV di jalan Raya Lelilef Weda Tengah yang menderita luka-laku dan satu orang meninggal dunia, Selasa (6/11) lalu.

Salah satu orang tua korban Laka Lantas, Anwar mengaku seluruh biaya pengobatan mulai dari Weda hingga dirujuk ke Rumah Sakit Tidore dan Ternate, tidak ada pihak lain yang menanggungnya. Seluruh biaya ditanggung keluarga tanpa adanya asuransi dari Jasa Raharja karena tidak dikeluarkannya surat keterangan dari Satlantas Polres Halteng.

“Kami keluarga korban sudah mendatangi pihak Jasa Raharja untuk mendata dan mengambil berkas sebagai kelengkapan untuk mendapatkan asurasi biaya pengobatan. Namun untuk mendapatkan asuransi dari pihak Jasa Raharja terkendala surat dari pihak kepolisian dalam hal ini surat keterangan dari Lantas, kami tahu korban Laka Lantas entah meninggal dunia dan luka ringan maupun berat mendapat asuransi dari Jasa Raharja, kenapa kami tidak mendapatkannya,” keluh Anwar kepada KabarMalut via telepon, Rabu (28/11/2018).

Anwar mengatakan, pihak Jasa Raharja hingga kini tidak bisa mencairkan santunan asuransi terhadap para korban karena tidak adanya surat keterangan dari pihak kepolisian. Biaya perawatan yang cukup tinggi, dirasakan sangat terbeban pada korban ini.

“Ada apa dengan Lantas Polres Halteng sehingga tidak mengeluarkan surat keterangan tersebut, selama perawatan anak kami tanggung sendiri bukan Lantas dan keluarga tersangka yang bayar, karena biaya dikeluarkan keluarga sudah mencapai puluhan juta,” kesalnya.

Para keluarga korban merencanakan Jumat (30/11) bakal mendatangi Polres Halteng mempertanya lambatnya surat keterangan yang dibutuhkan serta perkembangan penanganan kasus ini. Sebab tersangka dalam kecelakaan ini (Rizki Umar) dibiarkan bebas berkeliaran tanpa ditahan.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Halteng, Johanis S Aipipidely ketika dikonfirmasi terkait lambatnya surat keterangan yang dibutkan Jasa Raharja, mengatakan santunan hanya diberikan secara langsung kepada korban meninggal dunia.

“Yang bisa terima santunan tunai hanya korban yang meninggal dunia,” kata Johanis.

Sementara korban luka-luka, lanjut Johanis, tidak diberikan secara langsung oleh Jasa Raharja melainkan dibayarkan ke rumah sakit yang merawat korban bukan ke keluarga korban.

“Biaya perobatan tidak bisa diberikan ke keluarga korban. Kalau korban luka-luka biaya perobatan dari Jasa Raharja langsung dikirim ke rekening Rumah Sakit Umum yang melayani pasien,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut