Akademisi Soroti Kinerja Polda Lambat Serahkan Tersangka Ketua PKPI ke Jaksa

  • Bagikan
Akademisi Unkhair Ternate, Abdul Kader Bubu

TERNATE – Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Abdul Kader Bubu menyoroti kinerja penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit-Reskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) dalam penanganan kasus dugaan rekomendasi ganda syarat pencalonan Gubernur dan wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) 2018 dengan tersangka Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Malut, Masrul H. Ibrahim dan Sekertaris PKPI Yahya Soamole.

“Kasus itu prosesnya sudah sangat lama dan tersangka Ketua DPP PKPI Provinsi Malut yakni Masrul H. Ibrahim beserta Sekertarisnya. Seingat saya sudah dua kali ditetapkan sebagai tersangka baik dalam kasus pemalsuan rekomendasi yang ditangani Krimum maupun kasus suap yang ditangani Krimsus Polda Malut,” kata Abdul kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Pria yang biasa sapa Dede ini juga menunturkan, sepengetahuannya kasus ini sudah selesai ditangani pihak Polda dan berkasnya dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Malut. Namun anehnya hingga kini penyidik belum juga menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

“Kasus ini sudah selesai dan Polisi juga tidak melimpahkan berkas dan tersangka ke Kejaksaan, makanya ada permaianan yang sengaja mengulur agar kasus ini tidak diproses. Dalam kasus rekomendasi ganda PKPI pada Pilkada Malut tahun 2018 ini tidak akan kadaluarsa, karena kasus ini memiliki bukti dan sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik yang artinya bukti dalam kasus ini sudah sangat cukup,” jelasnya.

Polda Malut harus terbuka, agar tidak dinilai publik  ada permainan antara dengan tersangka dalam penanganan kasus ini. Penyerahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa harus segera dilakukan setelah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan beberapa bulan lalu.

“Jadi menurut saya, Polisi yang seharusnya proaktif dan jangan bermain-main dengan kasus ini, karena kasus ini sempat menjadi gesekan,” akunya.

Dirinya meminta penyidik Polda Malut untuk tidak menutup-nutupi proses penanganan kasus tersebut, karena  telah dilakukan penyidikan dan penyelidikan secara terbuka.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar saat dikonfirmasi mengatakan, untuk kasus itu saat ini pihaknya masih melakukan konfirmasi ke penyidik.

“Nanti saya konfirmasi ke penyidik dulu soal kasus itu,” kata Hendri.

Sekedar dikeatuhi, kasus ini sempat menarik perhatian publik dalam rekomendasi ganda yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut tersebut, Jaksa peneliti Kejati Malut telah mengembalikan seluruh berkas ke Polda lantaran surat yang pemberitahuan atau P-21 terkait dengan lengkapnya berkas itu tidak ditanggapi, bahkan Jaksa juga kembali melayangkan surat pemberitahuan kembali dengan model P-21a. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut