Tersangka Pencabulan di Desa Loid Bebas, Polisi Komitmen Segera Selesaikan Kasus Ini

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Gede Atmaja (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Desa Loid Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada tahun 2017 yang ditangani Polres Halsel hingga saat ini belum diselesaikan.

Data yang dihimpun KabarMalut, kasus dugaan pencabulan dan atau persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi pada hari Minggu 19 November 2017 sekira pukul 22:00 WIT, dilaporkan Jaber Ali dengan bukti surat tanda penerima laporan nomor : STPL/027/XI/2017/SPKT. Namun tersangka pemerkosaan Idham Hasan yang sempat ditahan Polisi, kini berkeliaran bebas tanpa proses persidang di pengadilan.

Menurut salah satu keluarga korban Muhtar Ahmad, tersangka Idham Hasan sudah berulang kali melakukan pencabulan di Desa Loid dengan korban yang berbeda. Namum proses penyelesaiannya hanya dilakukan di tingkat desa oleh pemerintah desa.

“Pelaku (tersangka) diduga melakukan pencabulan di Desa Loid kurang lebih 4 kali. Pelaku juga pernah ditahan oleh Polres tapi pelaku saat ini sudah dibebaskan,” tutur Muhtar kepada KabarMalut, Jumat (30/11/2).

Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Gede Atmaja saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, tersangka Idham Hasan pernah ditahan, hanya saja berkasnya P19 sebanyak empat kali terkait dengan permintaan Jaksa yang tidak sinkron dengan keterangan korban dan saksi.

“Empat hari sebelum masa penahan berakhir, tersangka harus dilepaskan supaya dikemudian hari berkasnya dinaikan kembali dan jika sudah P21 akan dilakukan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti),” jelasnya.

Gede menegaskan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan setiap kasus yang dilaporkan masyarakat tanpa pandang buluh termasuk kasus pencabulan ini.

“Kasus kita buka kembali karena kita sudah koordinasi dengan Jaksa. Dalam jangka waktu 20 hari kedepan kami kirim berkas ke Kejaksaan,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut