Seorang Siswa di Ternate Jadi Korban Pemukulan Oknum Kepsek

  • Bagikan
Salah satu siswa MTs Alkhairaat Kota Ternate yang menjadi korban pemukulan oknum Kepsek

TERNATE – Seorang siswa di sekolah MTs Alkhairaat Kota Ternate berinisial PPFK, diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oknum Kepela Sekolah (Kepsek).

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal pada Sabtu (1/12) saat semua siswa melakukan apel pagi yang dipimpin langsung Kepsek MTs Alkhairaat Kota Ternate Rusdi. Namun ketika apel, korban PPFM yang tercatat masih duduk di Kelas VII diduga tidak mendengarkan aba-aba dari Kepsek.

Tiba-tiba Kepsek menghampiri korban dan langsung melayangkan satu kali pukulan pada lengan kanan korban yang disaksikan oleh siswa lainnya saat apel bersama. Tak lama kemudian lengan korban memar dan membiru serta bengkak, sehingga sekira pukul 09.00 WIT korban diantar temannya ke rumah dengan menumpangi sepeda motor yang dikendarai oleh temannya, karena setelah kejadian lengan korban terasa sakit dan kram sehingga tidak bisa mengendarai sepeda motor.

Meski merasa kesakitan, setibanya di rumah korban tidak langsung menceritakan kejadian dialaminya, pada malam hari korban yang tak tahan lagi rasa sakit dideritanya kemudian menceritakan ke salah salu tantenya, sontak saja tante korban bernama Nurjanah Tarajudin marah dan langsung menelepon ayah korban yang juga seorang guru di salah satu SMP di Weda, Halmahera Tengah (Halteng).

Sementara Ayah korban Salamudin Masuku mengaku, telah menelepon Wali Kelas korban menanyakan kejadian yang dialami anaknya, tetapi wali kelas korban mengaku tidak mengetahaui kejadian dimaksud. Setelah itu, ia menghubungi Kepsek (pelaku) namun dibantah dan mengatakan tidak memukul siswanya tersebut.

Karena pengakuan Kepsek tidak berbanding dengan perkataan anaknya (korban), Salamudin marah dan mengancam akan segera melaporkan kejadian yang dialami korban ke pihak berwenang. Kepsek langsung meminta maaf serta mengakui perbuatanya.

“Saya sesalkan karena awalnya dikonfimasi via telepon pelaku (Kepsek) tidak mengakui dan secara gamblang membantah, setelah tak lama kemudian Kepsek menelepon balik dan meminta maaf,” ungkap Salamudin kepada KabarMalut, Minggu (2/12/2018).

Menurutnya, Kepsek MTs Alkhairaat juga bersedia menanggulangi semua biaya untuk pengobatan korban. Hanya saja, dirinya menyesalkan tindakan Kepsek mendidik anaknya tidak sesuai dengan tugas seorang peserta didik.

“Beliau hubungi saya kembali dan mengatakan akan tanggulangi biaya pengobatan, visum, rongseng tapi saya tidak mau dan saya bilang itu bukan solusi,” sesalnya.

Terpisah, Kepsek MTs Alkhairaat Kota Ternate Rusdi dikonfirmasi mengatakan kejadian tersebut tanpa disengaja dan spontanitas. Dimana ketika ia hendak berolahraga voli dan masuk di tengah-tengah barisan sambil melayangkan tangan ke lengah para siswa dan tidak diketahui jika salah satu siswanya mengalami kesakitan.

“Setelah apel saya turun mau latihan foli, saya masuk di barisan dan tangan saya pukul-pukul di lengah siswa yang lain tidak bermasalah. Mungkin saat saya melayangkan fulungku (kepalan tangan) tulang tangan saya ini kenal dia jadi sakit. Jadi tidak sengaja tapi spontanitas,” jelasnya.

Rusdi juga mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua korban dan bersedia membiayai pengobatan korban. Selain itu, dirinya telah menjadwalkan dilakukan mediasi dengan orang tua korban terkait permasalah ini.

“Saya juga sudah minta maaf di orang tuanya saat tadi malam mereka telepon, nanti dibawah ke rumah sakit saya tanggung biayanya karena korban ini saya punya anak juga kalau di sekolah. Besok kita upaya damai dengan orang tua,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut