Bupati Halsel Ajak DPRD Temui Mahasiswa dan Petani Kopra

  • Bagikan
Bupati Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim didampingi Ketua DPRD, Umar Soleman dan beberapa anggota DPRD menemui dan menyampakan tanggapan kepada mahasiswa dan masyarakat petani di depan kantor DPRD. (foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Menyikapi aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat petani kopra yang digelar di depan kantor DPRD terkait harga kopra di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang kian merosot, Bupati Bahrain Kasuba mengajak anggota DPRD Halsel yang menghadiri paripurna untuk keluar menemui para demonstran untuk melakukan hearing secara terbuka.

Ajakan ini disampaikan Bupati Bahrain Kasuba didampingi Wakil Bupati, Iswan Hasjim dari atas podium saat membacakan tanggapan Bupati terhadap pandangan fraki-fraksi terkait KUA-PPS 2019.

“Sebelum saya mengakhiri pembacaan tanggapan Bupati, Saya mengajak seluruh anggota DPRD yang hadir pada kesempatan ini agar sebentar nanti kita sama-sama keluar bertemu dengan masyarakat kita yang sementar melakukan aksi di depan kantor ini,” ucap Bahrain di depan forum paripurna dan disaksikan anggota DPRD dan Forkompida Halsel, Senin (3/12/2018).

Setelah mengakhiri pembacaan tanggapan Bupati, paripurna ditutup oleh wakil pimpinan DPRD, Asnawi Lagalante dan dilanjutkan makan siang. Usai makan siang sekitar pukul 12: 45 WIT, Bupati Bahrain dan Wabup Iswan didampingi Ketua DPRD, Umar Soelman, Wakil Ketua I serta sejumlah anggota DPRD menemui massa aksi di balik pagar DPRD. Di hadap mahasiswa dan petani kopra, Bupati Bahrain dan Wabup Iswan, menyampaikan masalah anjloknya harga kopra dan solusi yang akan dilakukan pemerintah daerah.

“Anjloknya harga kopra ini masalah bisnis yang terjadi secara nasional dan itu kita semua tahu. Meski begitu, kami pemerintah daerah tidak tinggal diam, kami terus mencari solusi menghadapinya. Yang datang ini masyarakat kami, kami tidak tinggal diam untuk masalah harga kopra,” kata Bahrain di hadapan massa aksi.

Selain Bupati, Wabub Halsel Iswan meminta kepada mahasiswa dan masyarakat petani kopra agar bersabar karena pemerintah daerah juga butuh waktu untuk menagani anjloknya harga kopra yang terjadi saat ini.

“Mohon bersabar kami juga turut perhatin. Kami butuh data harga kopra yang vailid dari pembeli besar. Jadi, kalau mahasiswa dan masyarakat punya data tolong shering dengan kami, kami siap mencari jalan keluarnya,” tutur Wabup Iswan.

Setelah itu, massa aksi diterima untuk melakukan hearing bersama DPRD di ruang rapat yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Asnawi Lagalante, Ketua-Ketua Komisi. Sedangkan dari pihak pemerintah dihadiri Asisten III Amirudin Dukumalamo, Kadis Perindagkop Ethy Yulian dan Kadis Pertanian Sofyan Bahcmid. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut