Tuntut Harga Kopra Naik, Mahasiswa Demo Kantor Bupati Halteng

  • Bagikan
Hearing Bupati dan Wakil Bupati Halteng dengan massa aksi di ruang rapat bupati

WEDA – Anjloknya harga kopra di Maluku Utara (Malut) membuat mahasiswa yang tergabung dalam sekolah Critis, UKM, HMI Halmahera Tengah (Halteng) mengelar aksi damai di kantor Bupati Halteng menuntut kenaikan harga kopra yang kini anjlok dan merugikan petani kopra di Halteng.

Korlap Iswan Bakar mengatakan anjloknya harga kopra sangat berdampak pada petani kopra, dimana kopra sebagai sumber kehidupan para petani yang bisa membiayai kehidupan keluarga sehari-hari dan menyekolahkan anak-anak mereka.

“Kalau kopra harganya turun otomatis penghasilan para petani untuk membiayai kehidupan keluarganya sangat menggangu dari segi ekonomi itu sendiri. Para petani sangat mengantung dari sumber pendapatan dari hasil kopra yang dijual,” ungkap Iswan kepada KabarMalut, Senin (3/12/2010).

Kopra menjadi salah satu sumber komoditi pertaniaan unggulan rakyat Halteng, jika harga kopra terus anjlok hingga kisaran Rp 2.000 per kilo gram, otomatis sangat menggangu perekonomian pembiayaan kehidupan masyarakat.

“Kami minta Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah agar segera menaikan harga kopra dari Rp 2.000 ke Rp 6.000 per kilo gram, agar para petani bisa dapat kembali menghidupi keluarganya dengan harga kopra yang maksimal,” jelasnya.

Terpisah Wakil Bupati Halteng, Abd Rahim Odeyani pada saat hearing bersama massa aksi di uala kantor bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Halteng tidak punya wewenang untuk menaikan harga kopra dan pemerintah tidak punya aturan untuk berbisnis membeli komoditi seperti pala, cengkeh dan kopra.

Pemerintah daerah bisa berbisnis pala, cengkeh dan kopra bilamana mempunyai Perusahan Daerah (Perusda), melalui Perusda dapat dipertanggung jawabkan pengeluaran keuanggan nanti.

“Untuk jangka panjang kedepan kepada petani komoditi seperti petani kopra dan petani lainnya di tahun 2019 pemerintah daerah akan memberi bantuan mesin parut kelapa, sagu dan mesin lainya yang dibutuhkan untuk mengantisipasi anjloknya harga kopra dan harga komoditi lainnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut