Kerusakan Karang di Halteng Jadi Perhatian Pol Airud Marnet Weda

  • Bagikan
Tumpukan terumbuh karang yang dirusak mengunakan lingis oleh masyarakat sebagai mata pencarian

WEDA – Kerusakan terumbu karang di Halmahera Tengah (Halteng) mendapat perhatian serius dari Pol Airud Marnet Weda. Untuk pencegahan kerusakan lebih parah, Pol Airud Marnet Weda bakal mengganeng Pemda Halteng untuk meningkatkan sosilisasi pentingnya keberadaan terumbu karang bagi habitat laut.

Salah satu personil Marnet Halteng, Brigpol M Ridfan Th Sangaji mengaku, terumbu karang sering dianggap sebagai benda mati oleh masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari tumpukan batu karang yang diambil warga di pesisir Halteng untuk kepentingan pembangunan bahkan dijadikan sebagai objek mata pencaharian untuk pembangunan pribadi bahkan umum yang pada akhirnya menjadi masalah besar bagi kehidupan terumbu karang.

“Kebanyakan warga menganggap terumbu karang sebagai benda mati seperti batu biasa, sehingga seenaknya diambilnya menggunakan linggis. Akhirnya, terumbu karang bisa rusak akibat sentuhan tangan manusia jahil,  linggis lebih kejam dari bom,” ungkap M Ridfan kepada KabarMalut, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, sentuhan tangan jahil dengan menggunakan alat linggis kerusakanya lebih para dibandingkan dengan bom. Sebab bom hanya mematahkan terumbu karang, tetapi jika menggunakan linggis, semua terumbuh karang terangkat ke daratan dan mengakibatkan kerusakan parah.

“Hal ini dikarenakan belum fahamnya masyarakat bagian pesisir pantai Kabupaten Halmahera Tengah tentang pentingnya keberadaan terumbu karang,” jelasnya.

Untuk mencegah kerusakan fisik pada terumbu karang dan menghambat proses perkembangan serta mengakibatkan kematian terumbu karang lebih parah laigi, Pol Airud Marnet Weda bakal berkordinasi dengan Pemkab Halteng untuk melakukan Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Terumbuh Karang.

“Kerusakan ini dimulai dari luar karang hingga meningkat pada jumlah polip yang mati pada setiap bagian tubuh karang dan pada akhirnya semua bagian terumbu karang benar-benar mati,” terangnya.

M Ridfan mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait untuk sama-sama menjaga kelesatarian terumbuh karang yang ada disekitar kita demi generasi akan datang.

“Siapa lagi yang akan menjaga selain kita dan jangan merusak marilah lestarikan alam dibawah laut yang ada di sekitar kita,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut