Keluarga Korban Pencabulan Keluhkan Kinerja Polsek Obi

  • Bagikan
Ilustrasi: Korban pencabulan

TERNATE – Keluarga korban kasus pencabulan anak dibawah umur, mengeluhkan kinerja Polsek Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang lambat menangani kasus yang dilaporkan.

Ibu korban pencabulan, IM mengaku kasus yang menimpah anaknya masih berusia dua tahun ini bermula 9 Oktember 2018 lalu, ketika korban mengeluhkan sakit saat buang air kecil. Kemudian  ia dan suami membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Laiwui untuk diperiksa, namun hasilnya mengejutkan kedua orang tua korban.

“Waktu itu dia (korban) kencing sakit, kami bawa ke rumah sakit di Laiwui, saat dokter periksaan didapat selaput anak saya robek. Kata dokter anak ibu ini selaput vaginanya robek, ada luka lama ada luka baru,” ungkap IM kepada KabarMalut via telepon, Kamis (6/12/2018) malam.

Menurut IM, susuai keterangan dokter anaknya diduga menjadi korban pencabulan dan dilakukan secara berulang kali. Hal ini sesuai dengan hasil pemeriksaan medis RSU Laiwui Obi.

“Terus kata dokter mungkin ada orang yang masukkan jari tangan secara berulang-ulang kali ke vagina, karena ada luka lama dan luka baru,” jelasnya IM mengulangi pengakuan dokter.

Usai mendengar penjelasan dokter, IM dan suaminya langsung melaporkan kejadian yang menimpah anaknya ke Polsek Obi. Polisi kemudian menyelidiki dan mengamankan dua orang dicurigai sebagai pelaku pencabulan.

“Ada dua orang yang kami curigai sabagai pelaku dan sempat diamankan polisi di lokasi tambang Desa Anggai. Kedua orang itu Ifan alias Laningko dan Arsun alias Acun, karena anak kami sering mereka berdua jaga saat kami tidak berada di rumah,” terang IM.

Meski sudah diamankan, namun hingga kini penanganya tak kunjung ada perkembangan. Bahkan informasi terakhir yang diperoleh keluarga korban, kedua orang yang diamankan tidak mengaku pernah melakukan pencabulan terhadap korban.

“Polisi bawah (pelaku) untuk intograsi sampai dua bulan, mereka (pelaku) tidak ditahan dalam sel tapi tinggal di lingkung perumahan Polsek Laiwui untuk introgasi. Polisi bilang nanti mereka kasih surat panggilan untuk periksa kami karena anak dua (pelaku) sudah diintrogasi tapi tidak mengaku,” akinya.

Keluarga korban berharap Polisi cepat menyelesaikan kasus ini tanpa harus menunggu pengakuan dari pelaku. Sebab selama ini korban hanya dijaga oleh kedua orang tersebut, dan sangat tidak mengungkin mereka mengakui perbuatan terlarang yang sudah dilakukan kepada korban, belum lagi korban masih dibawah umur sehingga belum bisa berbicara.

“Harapan kami  Polisi percepat masalah ini karena saya juga butuh keadilan,  anak kami sudah jadi korban. Tidak mungkin mereka mengaku, sementara anak kami juga belum tahu bicara,” pungkasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Obi, Sunaidi saat dikonfirmasi mengatakan kasus ini masih terus diselidiki dan beberapa alat bungti sudah diperoleh, penyidik juga merencanakan pemanggilan terhadap keluarga korban untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Kasus itu masih jalan, fisumnya sudah ada. Nanti kita panggil ibu korban dan korban serta bapak korban untuk diperiksa,” tegas Sunadi.

Sunadi juga mengaku pihaknya tidak menghambat penanganan laporan warga di Polsek Obi, hanya saja untuk kasus pencabulan pemeriksanya harus dilakukan oleh Polwan.

“Karena itu musti Polwan yang periksa. Saya sudah bicara degan ibu korban,” jelasnya.

Sebagai bentuk keseriusan Polsek Obi menyelesaikan setiap laporan warga, Sunaidi mengatakan kini dirinya telah berada di ibu kota Kabupaten Halsel guna berkoordinasi dengan Jaksa terkait kasus yang ditangani sekarang.

“Saya lagi di Bacan, besok saya koordinasi kasus ini dengan Jaksa, kemungkinan ada petunjuk mengenai kasus ini,” pungkasnya. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut