Marak Korupsi DD, Jaringan Anti Korupsi Halsel Dibentuk

  • Bagikan
Kepala Kejati Malut, Bagus Nyoman Wismantanu Press Rilis hari Anti Korupsi Se-Dunia

TERNATE – Maraknya tindak pidana korupsi penggunaan Dana Desa (DD) khususnya Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, melalui bidang Kehumasan dan Intelijen, membentuk jaringan anti korupsi. Pembentukan jaringan anti korupsi yang dikukuhkan pada November lalu melibatkan seluruh Kepala Desa (Kades).

“Pembentukan jaringan anti korupsi ini  tujuannya mencegah tindak pidana korupsi penggunaan angaran DD,” kata Kepala Kejati Malut, Ida Bagus Nyoman Wismantanu, dalam press rilis Hari Anti Korupsi Se-Dunia, kemarin.

Menurut orang nomor satu di Kejati itu, rekrutmen seluruh Kades masuk pada Jaringan Anti Korupsi yang dikukuhkan Kejati Malut, setidaknya para Kades ini turut berperan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi anggaran DD. Sehingga sosialisasi dan pengukuhan ini dapat memberikan pemahaman penggunaan DD dengan bijak agar tidak terjadi tindak pidana kejahatan.

“Dana Desa sangat rawan terjadi sebuah tindak pidana korupsi. Sehingga dengan bantuan Dana Desa yang dikucurkan pemerintah dapat bermanfaat bagi pembangunan dan ekonomi masyarakat desa” ujarnya.

Ida Bagus mengaku, momentum Hari Anti Korupsi se dunia ini Kejati telah mengadakan berbagai kegiatan yang berbau dengan anti korupsi. Diantaranya, sosialisasi bahaya korupsi di tingkat masyarakat maupun peserta didik dan pengawalan 37 proyek strategis melalui Tim Pengawalan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D).

“Kejati terus melakukan evaluasi efektifitas sosialisasi pencegahan korupsi di setiap masyarakat,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut