Sisa 20 Hari, KPP Pratama Ternate Masih Kekurangan Target Rp 209 Miliar

  • Bagikan
Kepala KPP Pratama Ternate, Irawan

TERNATE – Tahun anggaran 2018 kini menyisahkan waktu 20 hari lagi. Namun KPP Pratama Ternate masih kekurangan pencapaian target pengumpulan pajak hingga mencapai Rp 209 miliar dari target Rp 1,092 triliun.

Kepala KPP Pratama Ternate, Irawan mengaku pencapaian target penerimaan pada KPP Pratama Ternate sampai dengan hari Senin (10/12) kemarin sebesar 75,56 persen atau tumbuh 7,65 persen dibandingkan penerimaan dalam periode yang sama tahun 2017.

“Secara nominal dari target Rp 1,092 triliun sampai dengan saat ini kini KPP Pratama Ternate sudah berhasil mengumpulkan pajak sebesar Rp 825,369 miliar, artinya masih terdapat target penerimaan sebesar Rp 209 miliar yang harus dikejar disisa waktu 15 hari ke depan,” ungkap Irwan kepada KabarMalut, Selasa (11/12/2018).

Irawan menyebutkan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak di KPP Pratama Ternate tidak selalu seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara. Beberpa hal yang menjadi penyebab antara lain bahwa  ketergantungan penerimaan pajak dari dari belanja pemerintah dan sektor pertambangan.

“Sementara belanja dan sector pertambangan kantor pusatnya berada di Jakarta, sedangkan di Maluku Utara hanya Cabang saja,” jelasnya.

Irawan juga menjelaskan lebih lanjut terkait sejumlah proyek yang pemenang lelangnya kebanyakan berasal dari luar Maluku Utara, maka pembayaran pajaknya masuk di daerah asal perusahan tersebut (bukan di KPP Pratama Ternate). KPP Pratama hanya menerima pajak dari karyawannya saja.

“Ini merupakan kerja keras bagi KPP Pratama Ternate dalam mendorong masyarakat untuk semakin patuh pajak karena pajak dari kita lah dan untuk kita semua,” tegasnya.

Harapannya untuk target 2018 bisa tercapai dan realisasi dan di tahun 2019 masyarakat Malut bisa lebih patuh dalam membayar pajak dan melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan). (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut