Tidak Temukan Kekurangan Volume, Kasus Sayoang-Yaba Berpotensi SP3

  • Bagikan
Kepala Kejati Malut, Ida Bagus Nyoman Wismantanu

TERNATE – Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan Sayoang-Yaba, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), berpotensi diterbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

Kepala Kejati Malut, Ida Bagus Nyoman Wismantanu mengaku hasil penyelidikan hingga pengujian sampel jalan Sayoang-Yaba pada 10 titik sampel jalan yang diambil ahli untuk melakukan pengujian lab, hasilnya tidak ada kekurangan volume pekerjaan. Sehingga kasus ini disimpulkan tidak ada indikasi tindak pidana korupsi.

“Kasus jalan Sayoang-Yaba, kita sudah menguji sampel dari hasil uji lab ahli tidak ditemukan kekurangan volume pekerjaan. Indikasi kerugianya tidak signifikan sehingga pengujian ahli terdiri dari 10 sampel itu menjadi pertimbangan penyidik,” ungkap Ida kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).

Secara tehnis, jika diamati secara kasat mata pasti ada indikasi. Namun hal itu tidak menguatkan bukti yang akurat, jika tidak didukung dengan ahli infrastruktur.

“Pembuktian ahli tidak ada unsur korupsi pada pembangunan Sayoang-Yaba, tentu ini menjadi acuan dasar penyidik, sehingga masih melakukan pembuktian lebih lanjut untuk dilanjutkan ke pengadilan. Kalau memang itu rekan-rekan media masih meragukan maka akan mengambil sampel pembanding biar fer,”  jelasnya.

Proyek pembangunan jalan Sayoang-Yaba milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Malut tahun 2015  dengan anggaran senilai Rp 49,5 miliar ini, jika diteruskan maka harus diawali bukti akurat.

“Sebuah perkara yang bisa diajukan ke pengadilan untuk disidangkan harus ada bukti formula yang cukup. Namun sampai saat ini belum ditemukan unsur kerugian Negara,” tutup Kajati. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut