Akademisi Desak Polres Halut Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Petani Kopra

  • Bagikan
Korban pengeroyokan saat menjalani pemeriksaan medis

TOBELO – Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Isran Syukur mendesak Polres Halmahera Utara (Halut) untuk segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan Petani Kopra yang diterjadi beberapa waktu lalu saat aksi protes harga kopra.

“Saya minta Polres tidak bisa mendamaikan secara kekeluargaan, tapi Polres harus serius menangani kasus ini sesuai proses hukum dan perundangan yang berlaku,” kata Isran kadapa KabarMalut, Selasa (11/12/2018).

Polres harus serius menyelesaikan kasus ini sebab proses pemanggilan korban dan saksi sudah dilakukan.

“Proses penanganan lebih dipercat untuk menetapkan tersangka terhadap pelaku pengeroyokan. Sebab beberapa bukti dan saksi sudah mencukupi untuk ditetapkan tersangka,” tegasnya.

Menurutnya, jika Polres sengaja dan lambat dalam memproses kasus ini, maka dirinya bersama warga Galela bakal mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap kenerja Polres Halut.

Korban Pengeroyokan Anda Galela sendiri meminta Polres segera memanggil para pelaku dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya minta pihak Polres mengusut sesuai proses hukum, tidak ada kata mediasi damai,” terang Anda.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halut Iptu Rusli Mangoda mengaku ada lima laporan kasus terkait peristiwa unjuk rasa yang berahir ricu, yakni tiga kasus pengeroyokan dan penganiayaan, dua kasus pengerusakan fasilitas baliho Gemih, serta pengrusakan fasilitas umum. Semua kasus saat ini dalam proses penyedikan dan penyelidikan.

“Semua kami dalami dalam tahapan proses penyedikan,” singkat Rusli. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut