Putusan MK Mengakhiri Polemik di Malut

  • Bagikan
Akademisi Unkhair Ternate, Abdul Kader Bubu

TERNATE – Mahkamah Konsitusi (MK) akhirnya memutuskan hasil sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) tahun 2018 dengan menetapkan Pasangan Calon Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK) sebagai pemenang.

Akademisi Universitas Khairun (Unhkair) Ternate, Abdul Kader mengatakatan putusan hari ini adalah mengahiri seluruh polemik selama ini terjadi Malut, yang artinya bahwa seluruh masyarakat Malut diharapakan tidak ada lagi perdebatan masalah ini.

“Apapun hasilnya itu adalah putusan MK, sebagai warga negara Indonesia keputusan tersebut harus dituruti,” kata Abdul kepada KabarMalut, Kamis (13/12/2018).

Lanjut Abdul, putusan MK itu sudah final oleh karena itu proses dengan cara apapun tidak berpengaruh lagi. Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak muda dibodohi dengan dipaksa atau digiring ke jalan dalam rangka memprotes putusan MK tersebut.

“Proses sudah berakhir, jadi mari kita beraktivitas seperti biasa, tidak perlu berdebat dengan proses yang sudah berakhir, saya berharap kepada pendukung pasangan calon tidak perlu lagi melakukan aksi massa, jika ada proses hukum yang belum selesai silakan didorong untuk diselesaikan,” harapnya.

Ia juga menambahkan, keputusan MK adalah putusan akhir yang sifatnya final dan mengikat yang harus dilaksnakan oleh penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena tidak ada cara lain untuk melawan keputusan tersebut selain tunduk pada putusan yang ada.

“Masyarakat Malut yang menjadi pendukung pasangan calon tertentu jangan lagi memperdebatkan soal ini. Saya meminta hasil putusan MK tersebut diterima secara baik,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut