Tangkap Ikan Pakai Bom, Empat Nelayan Diciduk Polisi

  • Bagikan
3 dari 4 Pelaku Bom Ikan yang ditangkap Polisi

TERNATE –  Empat nelayan Tobelo,  Halmahera Utara (Halut), diciduk aparat kepolisian dari Direktorat Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara (Malut) karena kedapatan menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak (Bom).

Direktur Polairud Polda Malut, Kombes (Pol) Arif Budi Winova mengatakan penangkapan nelayan ini berawal dari anggota melaksanakan patroli terpadu di seputaran perairan Halut. Sekira pukul 08.30 WIT tepatnya pada posisi titik koordinat 1’37. 366′ N 128 1.189 E di sekitar perairan Kupa-Kupa Kecematan Tobelo Timur Halut, ditemui sebuah longboat yang sedang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

“Karena ditemukan menangkap ikan menggunakan bom, ehingga dilakuan tindakan dengan mengamankan para pelaku tersebut,” kata Arif kepada KabarMalut, Minggu (16/12/2018).

Arif menjelaskan, empat nelayan diamankan pihaknya masing-masing JD (26), SD (42), NS (29) dan LA (62).

“Empat pelaku diamankan bersama barang bukti yakni 1 unit longboat, 1 unit kompresor, 1 box ikan dolosi sekitar  40 kg, setengah botol belerang sisa bom dan 1 unit mesin 25 PK Merek Yamaha,” tegasnya.

Pemberantasan ilegal fishing lanjut Arif, Ditpolairud tetap menjadi fokus dalam menjaga perairan Malut destructive fishing tidak hanya berbahaya bagi pelaku saja namun berdampak pada kelestarian terumbu karang yang merupakan rumah bagi biota laut. Jika hal ini tidak dicegah maka kedepan tidak menutup kemungkinan para nelayan akan kesulitan dalam menangkap ikan.

“Kami harap masyarakat tidak lagi menangkap ikan dengan menggunakan bom dan bius, karena bisa membahayakan dirinya sendiri dan hal tersebut juga melanggar hukum,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, keaktifan dari stake holder terkait terutama Dinas Perikanan setempat untuk masif dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pesisir, dan tentunya dirinya yakin bahwa mereka telah mengetahui potensi masyarakat daerah mana saja yang terindikasi mencari ikan dengan menggunakan bahan peledak atau bius.

“Saya yakin Dinas Perikanan setempat telah memiliki data-data tersebut, diharapkan bersama sama mencari solusi yang baik dan ramah dalam menangkap ikan di laut, karena juga dukungan anggaran untuk pemberdayaan masyarakat nelayan yang sudah menjadi perhatian utama dinas terkait di daerah yang sebagian besar wilayahnya adalah laut,” ucapnya.

Empat pelaku dan barang bukti telah dikawal ke Marnit Unit Tobelo kemudian menuju Mako Polairud di Ternate guna dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Mereka dijeret pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dan atau pasal 84 ayat 1 dan 2 UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diperbaharui dengan UU RI nomor 45 tahun 2009 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut