LPK3A UMMU Rencana Gelar Dialog Akhir Tahun

  • Whatsapp
Ketua Pelaksana Dialog Akhir Tahun, Sukur Suleman

TERNATE – Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan, Kesejahteraan, Karir dan Alumni (LPK3A) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate,   berencana menyelenggarakkan Dialog Akhir Tahun  yang direncanakan berlangsung 20 Desember mendatang .

Ketua Pelaksana Dialog Akhir Tahun, Sukur Suleman mengatakan, salah satu kunci membangun demokrasi yang berintegritas dan berwibawah adalah dengan penyelenggaraan pemilihan jabatan politik yang berkualitas, yakni  pemilihan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,  yang bukan sekedar bersifat formalistik dan prosedural formal belaka. Sehingga memasuki pemilihan  Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden  2019 mendatang, maka demokrasi  perlu dijunjung tinggi dan ditegakkan.

Muat Lebih

“Kaitannya dengan hal tersebut,  LPK3A UMMU  menyelenggarakkan Dialog Akhir Tahun  yang direncanakan berlangsung di aula Rektorat Kampus UMMU Ternate,” kata Sukur dalam rilis yang diterima KabarMalut, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, kegiatan Dialog Akhir Tahun ini merupakan bagian dari respon atas kondisi bangsa hari ini, terutama soal pemilihan umum yang nantinya akan berlansung pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Mulai dari institusi penyelenggara yang perlu adanya kesepahaman, netralitas ASN, maraknya money politik, issu SARAH dan kemudian black campaign.

“Untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi seperti ini,  maka sekiranya agenda dialog  ini sangat tepat untuk dibicarakan solusi dan komitmen dari stakeholder yang ada, baik penyelenggara, penegak hukum, lembaga pengawasan, akademisi dan masyarakat,” jelasnya.

Sukur mengaku, jika  kondisi ini tidak direspon dengan baik, maka dipastikan akan berpotensi melemahkan nalar sehat kita dalam berdemokrasi yakni langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil. Tema yang diangkat nanti yakni ‘Mengawal Demokrasi, Wujudkan Kepemimpinan Bangasa yang Berkemajuan’.

“Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada kita semua sebagai masyarakat bahwa pentingnya mengawal demokrasi, sehingga tidak tercederai, kebablasan karena meninggalkan asas konstitusional, terutama asas Pemilu. Kemudian  tujuan selanjutnya adalah bagaimana gagasan tentang lahirkan Wakil Rakyat dan Pemimpin Bangsa yang bersungguh-sungguh mengabdi untuk ummat bangsa dan Negara,” tegasnya.

Kegiatan ini rencananya akan menghadirkan pembicara yakni Rektor Unkhair Prof Husen Alting, Rektor UMMU Saiful Deni, Ketua KPU Malut Sahrani Somadayo, Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin dan Kapolda Malut Brigjen Pol M Naufal Yahya.

“Semoga tidak ada kendala dan kami sangat mengharapakan kehadiran mereka (pembicara) untuk bisa berbagi informasi dengan mahasiswa dan masyarakat,” harapnya.

Target dari rencana kegiatan ini bagaimana melahirkan komitmen dan kesepahaman diantara penyelenggara, penegak hukum, akademisi dan masyarakat dalam mengawal demokrasi memasuki tahun politik 2019. Tolak money politik, politik transaksional, issu SARA dan tentunya adalah wujudkan kepemimpinan yang mampu mencerahkan. (Ajo)

Pos terkait