Polda Malut Tetapkan Dua Tersangka Kasus RSUD Morotai

  • Bagikan
Dir Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur

TERNATE – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Morotai tahun anggaran 2016-2017, kini memasuki babak baru. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) akhirnya menetapkan dua orang tersangka.

Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur mengatakan, setelah melewati tahapan penyelidikan hingga ke penyidikan. Penyidik kemudian gelar perkara dan menetapkan dua tersangka.

“Dua orang tersangka atas nama inisal CB sebagai kontraktor kemudian GD sebagai PPK. Kedua tersangka tersebut yang mereka lakukan hanya memperkaya diri sendiri atau memperkaya orang lain,” kata Masrur kepada wartawan, Rabu (19/12/2018).

Perbuatan kedua tersangka merugikan Negara mencapai Rp 1,2 miliar. Para tersangka dijerat pasal 1 ayat 3 undang-undang nomor 20  tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta.

Meski menyandang status tersangka, CB dan GD hingga kini belum ditahan penyidik sehingga masih bebas menghirup udara segar.

Sekedar diketahui, proyek pembangunan RSUD Pulau Morotai dianggarkan melalui APBD 2016 dan 2017, ditemukan bermasalah saat diaudit BPK yang nilainya mencapai Rp 1,2 miliar. Proyek pembangunan RSUD tahun 2016 berindikasi merugikan daerah sebesar Rp 700 juta serta pada 2017 BPK menemukan kekurang volume pekerjaan nilainya sebesar Rp 500 juta. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut