Kejari Sanana Kuatkan Jaringan Masyarakat Anti KKN

  • Bagikan
Kejari Sanana saat menggelar program penguatan jaringan masyarakat anti KKN di Desa Soamole

SANANA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), kembali mengunjungi desa-desa di beberapa kecamatan guna menggelar program penguatan jaringan masyarakat  anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kegiatan tersebut juga sebagai kelanjutan dari kegiatanan peringatan Hari Anti Korupsi.

Kasi Intel Kejari Sanana, Rizki Pande mengaku, saat ini pihaknya sudah mengunjungi empat desa di Kepsul untuk menguatkan anti korupsi, diantaranya Desa Waihama dan Desa Wailau Kecamatan Sanana, Desa Mangega Kecamatan Sanana Utar serta Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur.

“Kali ini kami datangi warga di Desa Soamole Kecamatan Sulabesi Tengah dengan mengadakan dialog. Dihadiri langsung saya sendiri dan Kasi Pidsus Budi Hermansyah, warga diberi materi  terkit Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” ungkap Rizki kepada KabarMalut, Kamis (20/12/2018).

Selain itu, warga juga diminta berani melawan kejahatan korupsi baik di tingkat desa maupun ditingkat atas. Warga diminta tidak takut melaporkan setiap kasus korupsi yang terjadi di desa dan diketahuinya.

“Kami berharap setelah memahami apa saja yang dikategorikan sebagai kejahatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme itu sendiri, berani menyampaikan laporan kepada pihak berwenang untuk diproses. Jika rakyat berani maka tak ada yang berani jadi koruptor,” harapnya.

Terpisah masyarakat Desa Soamole juga berharap penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan juga  terus tingkatkan semangat membasmi koruptor.

“Kami juga berharap kejaksaan juga mengambil sikap tegas pada para koruptor agar kepercayaan publik tetap terjaga,” kata Risman. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut