Dihantam Benda Tumpul, Seorang Warga Belang-Belang Bersimbah Darah

  • Bagikan
Didi Gafri (korban) saat melakukan pengobatan di RSUD Labuha (Foto: Istimewa)

LABUHA – Tanpa alasan yang jelas, salah satu pemuda Desa Belang-Belang, Azul Mujaefa melakukan pemukulan terhadap salah satu temannya yang juga warga desa setempat Didi Gafri, dengan menggunakan benda tumpul (Kalung timah). Akibat dari pemukulan itu kepala Didi Gafri pecah hingga sekujur tubuhnya bersimbah darah.

Menurut keterangan korban Didi Gafri, sekitar pukul 20:00 WIT terjadi perkelahian antara kedua temanya yakni Dino dan Zuandi. Mengetahui ada perkelahian itu, tersangka Azul Mujaef lari keluar dari rumah menghampiri dirinya, tanpa banyak tanya tersangka Azul Mujaef langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi dibagian kepalanya dengan menggunakan barang tumpul (Kalung timah), seketika sekujut tubuh korban bermandian darah.

“Yang pukul saya ini, saya tidak tahu dan saya tidak ada masalah dengan dia. Tiba-tiba dia lari keluar dari rumah langsung pukul pakai rantai kalung dari timah,” tutur Korban Didi Gafri kepada KabarMalut via telepon seluler, Minggu (23/12/2018).

Setelah pemukulan itu, Ayahnya Gafri Muhammad bersama dengan dirinya langsung melaporkan kejadian pemukulan  itu ke Polsek Bacan yang berjarak sekitar 10 kilo meter.

“Saya dan Ayah saya langsung menuju Polsek Bacan di Desa Mandaong,” kata Didi Gafri.

Terpisah Kapolsek Bacan, AKP Ranto, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah ada laporan itu pihaknya langsung melakukan visum terhadap korban.

Kata Kapolsek, kejadian tersebut juga sudah ditangani oleh Babinkamtimnas Desa Belang-Belang. Kendati  begitu, pihaknya tetap memanggil kedua pihak untuk diperiksa guna kepentingan penyelidikan.

“Iya, kalau itu sudah diselesaikan oleh Babinkamtibmnas, dan akan kami panggil pihak tersangka dan korban untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolsek.

Di sisi lain, Kepala Desa Belang-Belang Suaib Yunus,  meminta pihak Polsek melakukan penahanan terhadap tersangka. Maksud dari penahan terhadap tersangka ini, agar dapat menahan emosi keluarga korban karena merasa tidak puas dengan tindakan tersangka.

“Ditahan dulu supaya dari pihak korban merasa puas. Ketakutan saya jangan sampai pihak korban tidak merasa puas dan melakukan tindakan yang tidak diinginkan,” tutup Kades. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut