Pesta Miras Berujung Pemerkosaan, 3 Remaja Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Tiga remaja pelaku pemerkosaan yang diamankan Polsek Ternate Utara

TERNATE – Ada-ada saja perlakuan yang dilakukan sejumlah remaja ini, meski berusia muda mereka sudah nekat melakukan hal-hal yang diluar kewajara. Mulai dari pesta minuman keras (Miras), hingga berujung pada pemerkosaan.

Aparat Polsek Ternate Utara, sekira pukul 12.45 Sabtu (22/12), menangkap 3 remaja masing-masing DA (18), SJ (17) dan AS (17) karena diduga memerkosa seorang anak dibawah umur berusia 14 tahun

Kapolsek Ternate Utara, Iptu Ambo Wellang mengatakan, kejadian ini berawal Jumat (21/12) sekira pukul 20:00 WIT, teman korban bernama Cici menjemput korban di rumahnya di salah satu kelurahan di Kecamatan Ternate Selatan, dengan tujuan melaksanakan pertemuan dengan teman-temannya di lingkungan Facei Kelurahan Sangaji Utara.

“Setelah melakukan pertemuan kemudian korban bersama teman-temannya berpesta Miras. Setelah selesai pesta Miras sekira pukul 04:30 WIT teman-teman korban yang lain langsung pulang ke rumah mereka masing-masing dan tinggal korban yang masih berada di situ,” keta Ambo kepada KabarMalut, Minggu (23/12/2018).

Melihat korban tidak ada yang mangantar pulang, lanjut Ambo, salah satu pelaku yakni AS menawarkan kepada korban untuk diantar pulang. Korban menerima tawaran pelaku, sehingga menumpangi sepeda motor pelaku.

“Namun karena melihat korban yang sudah mabuk berat, sehingga AS (pelaku) tidak mengantar ke rumah tetapi membawa korban di salah satu mes pekerja bagunan yang berada di lingkungan Facei,” jelasnya.

Ambo menambahkan, desampai di Mes, ternyata dua pelaku lainnya yakni  DA dan SJ sudah menunggu korban yang dibawa pelaku AS. Memanfaatkan korban yang mabuk berat, ketiga pelaku langsung melakukan pemerkosaan secara bergilir.

“Setelah kejadian ini korban mengalami trauma sehingga korban bersama pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini di Polsek Ternate Utara untuk ditindak lanjuti sesuai proses hukum yang berlaku,” tergasnya.

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengontrol anak-anak mereka, agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Ronda malam anak-anak juga harus dibatas guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

“Saya selalu menghimbau pada saat safari Jumat dan itu menyampaikan bahwa jika ada anak perempuan tolong dijaga dengan baik –baik, jangan ada masalah baru kaget, karena yang namanya anak-anak remaja tentunya ada pergaulan yang bebas,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut