Warga Obi Tolak Dokumen Amdal Pembangunan Smelter PT Harita Group

  • Bagikan
Sosialisasi dan konsultasi publik PT Harita Group

TERNATE – Warga lingkar tambang Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, secara tegas menolak dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal ) pembangunan smelter PT Trimega Bangun milik perusahan PT Harita Group di lahan seluas 70 hektar.

Warga Soligi menilai pembangunan smelter tersebut bertujuan mengelola kadar nikel yang rendah serta penenpatan pembuangan residu nikel (lumpur) ke laut di bagian basin atau cekungan laut dan wilayah darat, bakal sangat berdampak terhadap kelangsungan hidup mereka.

“Prinsipnya dokumen Amdal untuk pembangunan smelter ditolak, karena tidak menjamin dampak positif terhadap masyarakat, terus limbah nikel sangat berbahaya bagi kami masyarakat,” ungkap Ketua Forum Akademisi Obi, Alwi La Masinu dalam rilis yang diterima KabarMalut, Selasa (25/12/2018).

Dikatakan, sosialisasi Amdal yang dilakukan pihak PT Tri Mega Bangun pada Rabu (19/12) lalu, tidak memikirkan keselamatan warga lingkar tambang, apalagi pembangunan berada di dekat pesisir pantai yang sudah tentu sangat berbahaya. Karena dari sisi lingkungan, warga Soligi sudah merasakan gejala-gejala dampak dari kerusakan lingkungan baik di darat maupun di laut.

“Tentu jika rencana perusahan membangun smelter akan sangat berbahaya bagi masyarakat, sehingga kami tetap menolak,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya mendesak PT Harita Group untuk bertanggung jawab dalam penyaluran dana CSR yang dianggap masih bermasalah di lapangan serta memfokuskan pada penerimaan tenaga kerja lokal baik yang berasal dari Pulau Obi dan Maluku Utara. Pada tahun 2018 dana CSR juga tidak tersalurkan kepada masyarakat di lingkar tambang yang dilakukan oleh PT Harita Group sehingga menghilangkan kepercayaan masyarakat setempat saat ini.

“Dalam masyarakat Desa Soligi memiliki komitmen yang sama bahwa kedepan jika ada perusahaan yang akan beroperasi di wilayah area Soligi, secara tegas akan menolaknya dengan mempertimbangan aspek kerusakan lingkungan dan generasi Soligi di masa akan mendatang,” tegasnya mengakhiri.

Sementara itu, Humas PT Harita Group Roliyah saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, tidak merespon hingga berita ini naik tayang. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut