Oknum Kades Diduga Perintahkan Staf Keroyok Seorang Warganya

  • Bagikan
Roling Tones Ishak, korban pengeroyokan bersimbah darah saat ditemukan warga (Foto: Istimewa)

DARUBA – Seorang warga  Desa Tutuhu, Kecamatan Morsel Barat, Kabupaten Pulau Morotai, menjadi korban pengeroyokan oleh dua oknum staf aparatur desa setempat dugaan atas intruksi Kades. Korban yang bernama Roling Tones Ishak, sekira pukul 21:00 WIT Selasa (1/1/), ditemukan bersimbah darah oleh beberapa warga sehingga harus dilarikan ke RSUD Morotai untuk mendapat perawatan.

Salah satu keluarga korban, Yusuf Ishak mengatakan kasus pengeroyokan ini dilakukan dua aparatur desa yakni Anggota BPD bernama Derianus Saiwange dan Anggota Linmas bernama Nelman Laher. Berdasarkan pemeriksaan Polisi, salah satu pelaku Nelman Laher mengaku pengeroyokan dilakukan tersebut atas intruksi Kades Tutuhu, Eli Karatahi.

“Sebenarnya masyarakat berharap BPD itu mengayomi masyarakat bukan mengancam masyarakat atau menganiaya masyarakat,” sesal Yusuf kepada KabarMalut via telepon,  Kamis (3/1/2019).

Ketua LPM Desa Tutuhu ini menambahka, sebagai pihak keluarga korban berharap Polisi harus memproses para pelaku, karena tidandakan mereka sudah menyalahi aturan yang berlaku. Apalagi para pelaku berkapasitas sebagai aparatur desa yang seharusnya menjadi panutan masyarakat.

“Kami berharap proses hukum ini berjalan sesuai amanat Undang-Undang dan tidak  ada intervensi politik di dalam keluarga korban,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Morotai Selatan Barat, Iptu Esra Melanton saat dikonfirmasi via telepon  membenarkan kejadian tersebut. Esra mengaku pihaknya kini telah menindaklanjuti laporan korban dengan melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data dari saksi dan korban sendiri.

“Memang benar ada laporan masuk terkait pengeroyokan hanya saja saya saat kejadian sedang dalam masa cuti dan  berada di luar Pulau Morotai,” kata Ersa.

Meski begitu, Esra mengatakan para pelaku belum ditahan karena pihaknya masih memberikan waktu terhadap pelaku dan korban untuk menyelesaikan persoalan ini. Jika tidak ada solusinya, maka pihaknya siap memproses secara hukum.

“Anggota saya saat  ini sedang mengumpulkan data-data kejadian tersebut, sekaligus memberikan tenggang waktu 2 hari kepada kedua belah pihak untuk mengambil keputusan, apakah ini akan ditindaklanjuti atau diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, akibat dari tindakan kedua pelaku, korban kini harus menjalani perawatan secara intensif di RSUD Morotai karena tulang rusuk bagian kiti mengalami retak. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut