Kasus Dugaan Korupsi di Bagian Umum Halbar Naik Penyidikan

  • Bagikan
Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), resmi meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bagian Umum Setda Halmahera Barat (Halbar) tahun 2015, dari penyelidikan ke penyidikan.

Uang Persediaan (UP), Tambahan Uang Persedian (TUP) dan uang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) tahun anggaran 2015 dibagian Umum Pemda Halmahera Barat (Halbar) yang semula dari penyelidikan, kini resmi naik menjadi penyidikan.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua membenarkan bahwa adanya kenaikan status penyedikan dugaan korupsi Uang Persediaan (UP), Tambahan Uang Persedian (TUP) dan uang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) tahun anggaran 2015 di Bagian Umum Setda Halbar tersebut.

“Iya benar, kasus di Bagian Umum Pemda Halbar sudah resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Apris kepada KabarMalut, Senin (7/1/2019).

Sementara ini tim penyidik, lanjut Apris, fokus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Apabila sudah selesai maka akan digelar penetapan tersangka.

“Kalau sudah selesai maka tinggal penetapan tersangka saja,” pungkas Apris.

Sekedar diketahui, kasus tersebut sebelumnya penyidik melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bendahara Bagian Umum Setda Halbar, Rahmad.

Dimana sisa uang pada Kas Pengeluaran senilai Rp 1,6 miliar tidak disetor ke Kas Negara malah digunakan untuk kepentingan pribadi, sebagimana hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Malut tahun 2016. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut