KMPD Kembali Aksi Tagih Janji Pemda Kepsul

  • Bagikan
Kabag Humas dan Protokoler KMPD aksi di depan kantor bupati dan ditemui

SANANA – Komunitas Mahasiswa  Peduli Demokrasi (KMPD) kembali menggeler aksi unjuk rasa guna menagih janji Pemerintah Daerah Kepulauan Sula (Kepsul) terkait dengan kenaikan harga kopra. Aksi berlangsung di kantor Bupati dan DPRD Kepsul, Senin (7/1/2019).

Aksi yang digelar dengan dasar kecewa atas kebijakan Pemda yang dinilai tidak sesuai apa yang disebutkan dalam hearing terbuka pada aksi ke dua KMPD, yaitu terkait dengan harga komudititi kelapa yang akan dibijaki Pemda lewat pihak perusahaan kelapa di Desa Capalulu Kecamatan Mangoli Tengah.

Mahasiswa dalam orasinya mengaku telah melakukan investigasi atas persoalan harga kelapa dan harga kopra pada beberapa titik.

“Kami telah melakukan investigasi dan telah kami temulkan bahwa janji Pemda akan berupaya buah kelapa yang dijual di perusahan di Capalulu itu dinilai dengan harga Rp 1.000 per buah, ternyata tinggal janji, buktinya di perusahan buah kelapa dibayar Rp 2.000 untuk tiga buah, ini namanya pembohongan” teriak Bustam dalam orasi singkatnya.

Massa akasi berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Kepsul Hendrata Thes, namun niat mereka tidak terealisasi karena bupati dikabarkan sakit sehingga tidak berkantor. Tak terima, massa nekat medatangi kediaman bupati dengan alasan ingin menjenguk bupati yang dikabarkan sakit.

“Kalau betul bupati sakit, ayo kita ke kediamannya untuk menjenguknya,” teriak moderator orator Raski Soamole dari atas truk setelah mendengar info tentang bupati.

Namun rencana massa aksi dibendung melalui komunikasi Bagian Humas dan Kepolisian. Massa kemudian melanjutkan aksi di kantor DPRD. Di kantor wakil rakyat ini, nampak sepi dan hanya Ketua DPRD Ismail Kharie.

Kedatamgangan massa disambut baik Ketua DPRD H Ismail Kharie dengan menggelar hearing terbuka. Massa meminta sikap DPRD sebagai wakil rakyat untuk segera panggil dinas terkait agar bisa menjawab persoalan kopra.

“Jadi kita akan melakukan fungsi pengawasan kita, besok saya panggil lagi Sekda dan Asisten untuk kita diskusikan persoalan tersebut, karena mereka ini sudah pernah saya panggil namun mereka tidak sempat datang, mungkin sibuk. Jadi kita akan coba pangil lagi,” singkat Ismail. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut