Polair Polda Malut Berubah Nomenklatur Jadi Polairud

  • Bagikan
Direktur Polairud Polda Malut, Kombes (Pol) Arif Budi Winofa (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Maluku Utara (Malut) resmi berganti nomenklatur menjadi Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud). Perubahan nomenklatur berdasarkan Peraturan Kepolisian RI nomor 14 tahun 2018 tentang Susunan Organisasi dan Tata Cara Kerja Kepolisian Indonesia di tingkat Polda.

Direktur Polairud Polda Malut, Kombes (Pol) Arif Budi Winofa menunturkan, untuk Polair sendiri sudah berubah menjadi Polairud. Jadi Direkturnya menjadi Dir Polairud, dengan perubahan itu, ada beberapa hal yang baru yakni Subdit Gakkum yang awalnya memiliki dua kepala seksi yakni Seksi Tindak dan Seksi Lidik, sekarang ditambah menjadi Kasi Perawatan Tahanan (Watah).

“Dengan perubahan itu, Direktur Poalirud yang sebelumnya hanya membawahi Kapal Laut, namun kini telah ditambah dengan Pesawat Udara (Pesud),” kata Arif kepada KabarMalut, Senin (7/1/2019).

Arif mengaku beberapa waktu lalu pihaknya telah melaksanakan video conference (Vicon) bersama Kakor Polairud dan telah mengusulkan untuk rayon Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat kiranya diberikan satu armada pesawat udara berupa pesawat Fix Wings atau helikopter.

“Bapak Kakor Polairud sudah menjanjikan bahwa untuk wilayah rayon ini akan diberikan pesawat udara atau helikopter,” jelasnya.

Pesawat udara ataupun helikopter tersebut nantinya bisa digunakan atau dioperasikan di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua atau Papua Barat.

“Kalau Polda Malut membutuhakan maka pesawat atau helikopter itu akan berada di Malut, begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut, Dit Polairud Polda lebih efektif lagi kedepan. Karena untuk memantau wilayah Malut akan lebih efektif karena lebih cepat. Seperti ada informasi yang diberikan melalui udara akan langsung ditindaklanjuti.

“Contohnya seperti, saat ini ada kapal-kapal yang tidak diketahui masuk ke wilayah perairan Patani Maluku Utara. Karena cuaca atau gelombang laut yang ekstrem tapi dengan pesawat udara kita bisa pantau langsung dari udara,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut