Akademisi Minta Oknum Polisi Penembakan Warga Diproses Hukum

  • Bagikan
Akademisi UMMU Ternate, Sukur Suleman (Foto: Istimewa)

TERNATE – Akademisi Unversitas Muhamadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Sukur Suleman angkat bicara terkait kasus penembakan terhadap seorang warga Desa Doitia Kecamatan Loloda Utara,  Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bernama Nikodemus Toor, yang dilakukan oknum anggota Polisi berinisial BB.

Sukur menilai oknum anggota Polisi tersebut harus diproses secara hukum, sebab perbuatannya sudah menyalahi kedisipilinan Polisi, dimana saat menembang warga dalam keadaan mabuk berat karena mengkonsumsi Minuman Keras (Miras).

“Bukannya polisi itu tugasnya melindungi dan mengayomi masyarakat, namun mempertontonkon prilaku yang tidak etis, mabuk-mabukan yang akhirnya berunjuk pada tindakan penembakan,” kata Sukur kepada KabarMalut, Rabu (9/1/2019).

Penembakan terhadap warga tanpa sebab, lanjut Sukur, merupakan suatu tindakan kejahatan  yang tidak bisa didiamkan dan harus  diproses secara hukum. Bila perlu Kapolda Malut Brigjen M Naufal Yahya memecat oknum polisi yang bersangkutan, sebab di anggap gagal total dalam menjalankan tugas Negara.

“Prilaku oknum Polisi ini juga memungkinkan adanya gangguan dari sisi kejiwaan, atau ketidakwarasan,   selanjutnya dari sisi moralitas ini juga sangat mencederai lembaga kepolisian,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kedepan dalam proses rekrutmen Casis Kepolisian, mental dan kejiwaan menjadi syarat utama yang mutlak dan betu-betul penanganannya diseriusi ketika tahapan seleksi. Sehingga yang terpilih adalah murni, dan mereka betul-betul sehat rohani atau jasmani.

“Jika itu dilakukan secara serius, maka dapat dipastikan tidak ada lagi kita temukan oknum polisi perbuatannya seperti yang terjadi saat ini,” pungkansya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut