Soal Sengketa Lahan Bandara Kuabang, Pengadilan Tolak Gugatan Warga

  • Bagikan
Suasana sidang putusan sengketa lahan Bandara Kuabang Kao

TOBELO – Pengadilan Negari (PN) Tobelo Halmahera Utara (Halut), akhirnya memutuskan sengketa lahan terminal baru Bandara Kuabang Kao, yang digugat oleh 13 Kepala Keluarga (KK).  PN Tobelo memutuskan menolak gugatan warga.

Sidang perkara perdata dengan angenda putusan tersebut, dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Adhi Satrija  Nugroho. Dihadapan kuasa hukum kedua belah pihak, Wakil Ketua PN Tobelo ini menyampaikan berdasarkan hasil musyawara mufakat oleh Majelis Hakim, setelah dilakukan kajian dan telaah replik dan duplik dari kedua pihak, maka Majelis Hakim menyimpulkan gugatan tergugat dalam hal ini warga 13 KK dinyatakan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO).

“Majelis hakim menyatakan gugatan penggugat (13 KK) tidak memiliki bukti yang kuat sehingga Majelis Hakim tidak menerima gugatan tersebut,” katanya.

Menurut Adhi, Majilelis Hakim dalam mengambil keputusan atas perkara tersebut, tentu mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya keterangan saksi-saksi, bukti-bukti yang diajukan dan terpenting adalah Undang-undang pokok agraria pasal 15 bahwa ahli waris tidak memiliki bukti kuat.

“Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yakni, pemeriksaan saksi bukti-bukti surat yang dihubungkan dengan objek sengketa ternyata masih lemah,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut