Warga Kembali Blokade Jalan Masuk Bandara Kuabang Kao

Ronald Muhama
Warga 13 KK kembali meblokade jalan masuk Bandara Kuabang Kao (Foto: Istimewa)

TOBELO -Warga Kao yang kalah dalam sidang gugatan sengketa lahan Bandara Kuabang Kao dengan Pemerintah Kabupaten  Halmahera Utara (Halut), kembali melakukan aksi blokade jalan masuk bandara. Akhirnya aktifitas jalan jalur masuk Bandara Kuabang Kao kembali tidak bisa dilalui.

Koordinator Aksi (Korlap) Ebenhezer Bitjara mengataka aksi blokade jalan jalur Bandara Kuabang Kao akan berkelanjutan sampai pemerintah membatalkan sertifikat kepemilikan lahan di Bandara Kuabang Kao.

“Untuk jalan masuk jalur Bandara Kuabang Kao kami tidak akan buka sampai ada pembatalan sertifikat 01 dan 02 barulah kami akan beranjak dari lokasi kami yang ada saat ini, karena sertifikat ini dibuat tanpa diketahui oleh pihak yang ada di desa maupun kecamatan serta pemilik lahan,”  kata Ebenhezer saat dikonfirmasi KabatMalut, Kamis (10/1/2019).

Ia juga mengatakan waktu dekat ini warga 13 kepala keluarga (KK), akan kembali mengajukan gugatan baru ke Pengadilan Negari (PN) Tobelo terkait lahan di Bandara Kuabang Kao.

“Waktu dekat ini kami akan kembali menyiapkan berkas gugatan ke PN Tobelo,” tuturnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum warga 13 KK, Gilbert Tuwonaung membenarkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali mengajukan gugatan baru ke PN Tobelo.

“Hasil komunikasi saya dengan klien bahwa dalam waktu dekat kami akan kembali mengajukan gugatan ke PN Tobelo, karena saya selaku kuasa hukum saya menyiapkan gugatan baru untuk masing-masing dari 13 KK,” katanya.

Gilbert juga mengharapakan dengan adanya gugatan baru ini, Pemda maupun pihak Bandara Kuabang Kao bisa beritikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Harapan dari masyarakat 13 KK semoga dengan adanya gugatan baru nantinya baik Pemda maupun pihak Bandara bisa beritikad baik untuk menyalesaikan persoalan ini melalui jalur mediasi di pengadilan agar persoalan ini tidak berkepanjangan,” pintanya. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut