DPRD Bakal Bentuk Panja Usut Dana Penyertaan Modal PT Halut Mandiri

  • Bagikan
Sejumlah anggota DPRD Halut saat turun ke lokasi PT Halut Mandiri (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mempertanyakan kegiatan yang dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Halut Mandiri. Pasalnya setelah didirikan tahun 2016 dan diberikan anggaran penyertaan modal sebesar Rp 8,5 miliar lewat persetujuan DPRD dan Pemkab Halut, BUMD ini tidak memiliki kegiatan.

Wakil Ketua DPRD Halut, Sahril Hi Rauf mengatakan PT Halut Mandiri dalam hal ini Direktur perlu mempertanggung jawabkan dana penyertaan modal sebesar Rp 8,5 miliar.

“Sementara ini ada beban besar daerah dalam pembangunan jalan sehingga jangan lagi ditambah beban,” kata Sahril kepada sejumlah wartawan di kantor DPRD, Kamis (10/1/2019).

Sementara Ketua Komisi II DPRD Halut, Janlis Kitong menyebutkan pihak sudah melakukan pertemuan internal dan akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) mengusut anggaran yang dialokasikan ke BUMD ini.

“Kami sudah rapat internal dan masih dalam rancangan akan bentuk Panja untuk menelusuri kegiatan PT Halut Mandiri setelah diberikan penyertaan modal yang bersumber dari APBD Halut,” jelasnya.

DPRD Halut juga meminta ke Bank BPD untuk tidak menngakomudir usulan permohonan kredit senilai Rp 2,5 miliar yang diajukan Direktur PT Halut Mandiri, Theis Tarangi.

“Kami pernah hearing dan kami meminta hentikan untuk kredir. Kami mau tanya siapa yang memerintahkan. BUMD ini harus tuntas. Karena disana tinggal air gelong. Sementara yang lain menunggu kredit. Kami mempertanyakan keuntungan itu dimana?, Ini yang menjadi tanda tanya bagi kami,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut