Mengaku Bujang dan Perkosa Mahasiswi, Oknum Pegawai Perusda Morotai Dipolisikan

  • Bagikan
Ilustrasi pemerkosaan

DARUBA – Seorang mahasiswi berinisial FJ (18), warga pada salah desa di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, diduga menjadi korban penipuan dan pemerkosaan oleh oknum pegawai Perusda PT Niaga Pasifik Morotai bernama Almukaram Goraahe.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, pria (pelaku) yang diketahui sudah beristri dan memiliki satu orang anak ini, awalnya berkenalan dengan korban melalui aplikasi media sosial (Medsos) Facebook. Tiga hari kenalan atau tepatnya Senin (31/12/2018), pelaku mengajak korban untuk bertemu dan korban mengindahkan permintaan pelaku.

Pelaku kemudian membawa korban di salah satu rumah teman pelaku di kompleks Tertonadi Desa Darame. Tak butuh waktu lama, sekira pukul 21:30 WIT,  pelaku langsung merayu korban untuk berhubungan badan dengan iming-iming menikahi korban.

Mulanya korban menolakan ajakan pelaku, sehingga pelaku yang sudah terbawa nafsu birahi ini sempat membentak dan memarahi korban, dalam keadaan takut korban akhirnya tak sanggup membendung ajakan dan hasrat pelaku pun tercapai.

Setelah hubungan intim bersama berlangsung, pelaku yang mengaku masih bujang itu berjanji akan segera bertemu orangtua korban untuk bertanggung jawab serta meyakinkan bahwa dia (pelaku) ingin mengurusi kuliah korban. Usai melampiaskan hasratnya, pelaku mengantar korban  ke Taman Kota Daruba.

Beberapa hari berselang, korban mengirimkan pesan singkat SMS kepada pelaku, tapi sayang yang menerima dan membaca SMS tersebut adalah istri pelaku. Korban yang tidak mengetahui kalau pelaku sudah menikah ini, sontak kaget setelah membaca SMS balasan dari istri pelaku.

Merasa tertipu dengan pelaku, akhir korban pun langsung menceritakan kejadian yang dialami kepada pamannya. Sang paman selanjutnya mencari tahu informasi tentang pelaku dan menemui pelaku di rumahnya, dengan maksud meminta pertanggung jawaban seperti yang dijanjikan pelaku pada ponakannya untuk dinikahi, namun tak membuahkan hasil.

Mengetahui paman korban datang ke rumah untuk meminta pertanggung jawaban kepadanya, pelaku langsung mengirim SMS kepada korban untuk menyampaikan kepada paman korban bahwa pelaku akan mendatangi rumah korban dan pamannya. Setelah ditunggu-tunggu, pelaku tak kunjung datang dan akhirnya paman korban melaporkan kasus ini ke Polres Pulau Morotai sekira pukul 13:00 WIT tadi untuk diproses secara hukum.

Kepala SPKT Polres Pulau Morotai, Ipda Surahman saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari korban dan keluarganya.

“Nanti diminta keterangan pelaku dulu, dan  hari ini juga kami sudah melayangkan surat pemanggilan kepada pelaku,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut