Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Kades Awis Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Kepala Desa Awis, Sawal Muhammad saat berada di dalam sel Polsek Bacan Timur (Foto: Istimewa)

LABUHA – Polsek Bacan Timur Halmahera Selatan (Halsel) Senin (14/1) pekan kemarin, menangkap seorang oknum Kepala Desa (Kades) Awis Kecamatan Gane Barat, Sawal Muhammad atas dugaan pencabulan anak dibawah umur sebut saja Mawar (6) bukan nama sebenarnya.

Informasi yang dihimpun, kejadian bejat ini dilakukan Sawal Muhammad Senin (14/1) sekitar pukul 13.30 WIT bertempat di salah satu kamar kosan di Kecamatan Bacan Timur. Pada saat itu korban (Mawar) sedang bermain dengan temannya di depan kosan dimana pelaku tempati.

Pelaku yang sedang duduk di tempat duduk depan kosan tersebut kemudian memanggil korban dengan isyarat (melambaikan tangannya), lalu korban bersama temannya menghampiri pelaku sambil menyuruh korban dan temannya untuk menggaruk bagian belakang badannya dan korban pun menggaruk badan pelaku.

Setelah itu korban dan temannya pergi duduk pada salah satu kios di depan kosan, pelaku mendatangi dan memanggil korban naik lantai dua kosan sambil memberikan korban uang Rp 12.000 guna membeli es. Setelah korban meminum es, pelaku merangkul dan memangku korban serta menyandarkan kepala korban di dadan pelaku.

Karena sudah tak bisa menahan nafsu, pelaku kemudian menurunkan korban dari pangkuannya lalu membuka celana korban sampai lutut, namun korban tidak mau dan menaikan kembali celananya tetapi pelaku tetap menurunkan lagi celana korban. Setelah itu pelaku merangkul dan memangku korban dengan paha kirinya sambil meraba-raba kemaluan korban dengan menggunakan tangan kanannya.

Sesekali pelaku mencium tangannya yang sudah memegang kemaluan korban tersebut, lalu pelaku kembali memegang dan meraba raba kemaluan korban dengan menggunakan tangan kirinya.

Kapolsek Bacan Timur Ipda Cristifel saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya menahan Kades Awis terkait dengan kasus pencabulan.

“Kepala Desa (Sawal Muhammad) kami sudah masukan ke tahan untuk proses selanjutnya, karena karena ini perbuatan kasus asusila,” kata Kapolsek, Kamis (17/1/2019).

Sambung Kapolsek, kasus ini telah dilaporkan oleh orang tua korban setelah mendengar kejadian yang menimpah anak mereka.

“Orang tua korban tidak terima baik dan langsung melaporkan kejadian ini ke kami sehingga diproses,” tegasnya.

Kapolsek menambahkan sesuai dengan perbuatan ini tersangka dijerat dengan pasal berlapis dimana pasal 76E junto pasal 82 UU nomor 35 th 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut