Diperiksa Sebagai Tersangka, CB dan GD Belum Ditahan

  • Bagikan
Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), telah melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi  pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulau Morotai tahun anggaran 2016-2017.

Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur mengatakan dua orang tersangka dengan inisial masing-masing CB sebagai kontraktor dan GD sebagai PPK ini, telah diperiksa sebagai tersangka untuk melengkapi berkas penyidikan. Pemeriksaan perdana ini, belum disertakan penahanan oleh penyidik.

“Kemarin kami periksa dua orang tersangka, tapi kami belum melakukan penahanan oleh dua orang tersangka ini, karena masih koperatif,” kata Masrur kepada KabarMalut, Kamis (17/1/2019).

Ia juga menambahkan, penanganan kasus dugaan korupsi RSUD Pulau Morotai  memakan waktunya cukup lama. Namun jika berkasnya sudah dikirim Jaksa, maka bisa dipercepat penangananya.

Sekedar diketahui, proyek pembangunan RSUD Pulau Morotai dianggarkan melalui APBD 2016 dan 2017, ditemukan bermasalah saat diaudit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang nilainya mencapai Rp 1,2 miliar. Proyek pembangunan RSUD tahun 2016 berindikasi merugikan daerah sebesar Rp 700 juta serta pada 2017 BPK menemukan kekurang volume pekerjaan nilainya sebesar Rp 500 juta. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut