Sebelum Gantung Diri, Karyawan Bank Ini Terima Telepon dari Calon Istri

Redaksi
Calon istri korban bunuh diri (Surtiwi) yang tak mau meninggalkan makam korban (Foto: Istimewa)

LABUHA – Kasus bunuh diri yang dilakukan salah satu karyawan bank swasta di Desa Amasing Kali Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Sabtu (19/1) kemarin, kini mulai terungkap sedikit dugaan penyebabnya.

Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Gede Atmaja mengatakan, sebelum korban (Nawir Ode Laramida) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali di salah satu kamar bagian belakang, korban diketahui menerima telepon dari calon istrinya bernama Surwati. Korban kemudian masuk ke dalam rumah dan mengunci seluruh pintu rumah yang mana pada saat itu dalam keadaan sepi.

Berselang kurang lebih satu jam sekitar pukul 16:00 WIT, salah satu kerabat korban bernama Pino menerima telepon dari calon istri korban (Surtiwi) yang meminta Pino untuk mengecek ke rumah korban, karena korban sudah tidak lagi mengangkat telepon dari calon istrinya itu.

“Berselang  beberapa menit kemudian saudara Pino  menuju ke rumahnya dan mencoba memanggil korban beberapa kali dan tidak ada jawaban dari korban, sehingga langsung pulang,” ujar Gede dikonfirmasi KabarMalut, Minggu (20/1/2019).

Korban baru ditemukan sekira pukul 19:30 WIT oleh ibunya Nuraini Lahadi saat hendak masuk ke dalam rumah, akan tetapi pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga ibu korban mencoba memanggil korban namun korban tidak menjawab. Ibu korban langsung membuka pintu secara pakasan deng cara mendobrak, setelah itu ibu korban membuka pintu gudang dan melihat korban sudah dalam keadaan terikat lehernya dan tergantung serta sudah tidak bernyawa.

“Ibu korban kaget dan berteriak minta tolong dan saat itu Saksi saudara Muslim Soleman  tetangga korban dan anaknya Suhardi Muslim langsung mendatangi TKP dan mengankat korban serta langsung memotong tali yang terikat di leher korban,” jelasnya.

Menurutnya, keluarga korban tidak mengizinkan untuk dilakukan visum jasad korban, alasannya korban meninggal mutlak gantung diri dan tidak dipermasalahkan oleh pihak keluarga. Bahakn motif kejadian ini pun belum diketahui.

“Motifnya sampai sekarang belum ada,” singkat Kasat.

Sekira pukul 10:00 WIT pagi tadi, jasad korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, isak tangis menyelimuti keluarga korban. Nampak hadir calon istri korban yang menangis histeris ketika jasad korban diturunkan ke liang lahat, bahkan setelah pemakaman Surtiwi terlihat enggan meninggalkan makan calon suaminya itu.

Anak pertama dari dua bersaudara ini rencana akan menikah pada 19 Februari mendatang. Uang belanja pun sudah diberikan pihak calon pengantin wanita sebesar Rp 50 juta.

“Calon istrinya kerja di apotik di Ternate dan rencanya bulan Febuari mereka menikah. Tapi ini sudah takdir almarhum,” kata salah satu kerabat korban dengan nada sedih. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut