Crane Milik PT Pelindo Roboh Menimpa Sebuah Truk

  • Bagikan
Crane milik PT Pelindo yang roboh saat bongkar muat (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Diduga over kapasitas satu unit crane (alat pengangkut barang), milik PT Pelindo roboh. Peristiwa naas ini terjadi di Pelabuhan Ahmad Yani, sekitar pukul 10:00 WIT, Rabu (23/1/2019).

Informasi yang dihimpun KabarMalut, runtuhnya crane setinggi 5-6 meter ini diduga kelebihan kapasitas. Pasalnya kapasitas pengangkut crane hanya 8 ton, sementara operator crane Agus Tangkeri (41) sekaligus ABK kapal KM Lindiawati saat itu tengah melakukan bongkar muat berupa semen dari kapal ke mobil truk pengangkut yang melebihi kapasitas.

Akibatnya tali crane putus dan menimpa satu unit mobil truk yang sementara mengangkut muatan, dengan nomor polisi DG 8183. Sopir truk Fadli Latif (32) tertimpa crane setinggi 5-6 meter namun berhasil diselamatkan.

Mobil truk tertimpa crane (Foto: Yasim/KabarMalut)

Kapolsek KP3 Pelabuhan Ahmad Yani, IPDA Rezza Muhammad Fajrin saat dikonfirmasi mengatakan, kronologis runtuhnya crane ini akibat dari tali (troli) crane terputus, pada saat mengangkut muatan berupa semen diatas KM Lindiawati, dan menimpa satu unit mobil truk pengangkut di dalamnya terdapat sopir truk Fadli Latif.

“Atas kejadian ini korban mengalami syok berat. Karena mengalami benturan dari crane di kepala korban, kemudian petugas saya di lapangan melarikan korban ke RSUD Chasan Boesoirie untuk dilakukan perawatan medis,” terang Rezza.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ahmad Yani Ternate, Taher Latupada ketika ditemui membantah runtuhnya crane disebabkan karena over kapasitas. Menurutnya kapasitas crane itu mampu mengangkut barang seberat 8 ton, sedangkan pada saat mengangkut semen hanya mengangkut 4 ton semen, sehingga tidak melebihi kapasitas angkutan.

“Memang kapasitas angkutan crane itu hanya 8 ton, sedangkan operator yang mengangkut semen itu hanya 4 ton. Kemungkinan karena pada saat melakukan bongkar muat terjadi gelombang pasang laut dan kapal oleng sehingga crane itu roboh,” tutur Taher Latupada. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut