Istri Bupati Pulau Morotai Resmikan Tiga Sekolah PAUD

Fizri Nurdin
Bunda PAUD, Serly Djuanda Laos saat memotong pita peresmian Sekolah PAUD Tunas Siloam di Desa Tawakali Kecamatan Morotai Utara (Foto: Istimewa)

DARUBA – Istri Bupati Pulau Morotai, Serly Djuanda Laos meresmikan tiga Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Siloam di Desa Tawakali, Desa Yaho Kecamatan Morotai Utara dan Desa Raja Morotai Selatan Barat. Hadirnya PAUD di tiga desa tersebut untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pulau Morotai. K

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten III Setda Pulau Morotai, Ida Arsyad menyebutkan Bupati Benny Laos menyambut gembira atas acara peresmian gedung PAUD, yang dilanjutkan dengan serah terima aset bangunan dan alat peraga edukatif indoor  maupun outdoor.

Sendaga, istri bupati yang juga merupakan Bunda PAUD, Serly Djuanda Laos yang mengapresiasi atas peresmian PAUD Tunas Siloam tersebut.

“Saya memberikan apresiasi program dari Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai yang sangat menitikberatkan dan mementingkan pendidikan anak usia dini, dengan begitu banyak bantuan dan support yang telah diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai  terhadap kegiatan Paud,” kata Serly, Kamis (24/1/2019).

Sementara itu, Kadis Pendidikan Pulau Morotai, Revi Dara yang juga turut hadir dalam peresmian tersebut juga menyampaikan PAUD merupakan  program di bidang pendidikan yang dalam hal ini bupati dan wakil bupati mensupport penuh kearah kualitas pendidikan gratis.

“Pembangunan pendidikan direncanakan secara holistik utuh dan menyeluruh,  kita terlepas hanya pada pendidikan dasar SD, SMP dan SMA. Hal ini penting sekali direncanakan pada pendidikan usia dini 0-5 tahun,” ungkapnya.

Saat ini, Pulau Morotai telah berdiri 69 lembaga  PAUD dengan total  pendidik dan tenaga kependidikan berjumlah 308 orang. Dari total lembaga yang ada 36 persen berada di Kecamatan Morotai Selatan, 20 persen Morotai Selatan Barat, 16 persen Morotai Utara, 15 persen Morotai Jaya dan 10 persen Morotai Timur.

“Hal inilah yang masih terkonsentrasi di satu titik, namun fakta ini masih sejalan dengan perbandingan rasio anak usia dini 0-7 tahun di masing-msing kecamatan,” tandas Revi.

Revi menyebutkan yang menjadi persoalan adalah di Pulau Morotai belum memiliki lembaga PAUD di setiap desa, sebagai mana yang diketahui jumlah desa di Morotai mencapai 88 desa, itu artinya PAUD belum menjagkau ke seluruh desa.

“Semoga adanya pembangunan PAUD ini dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas bagi penyelenggara PAUD,” pungkasnya. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut