Satu Nelayan Desa Wasakai Dikabarkan Hilang Saat Melaut

  • Bagikan
Ilustrasi nelayan saat memancing ikan (Foto: Kompas)

SANANA -Seorang nelayan asal Desa Waisakai Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), dikabarkan hilang saat tengah melaut, Minggu (20/1) lalu. Upaya pencaharian dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polisi setempat, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Kepala BPBD Kepsul, Misbah Wamnebo menurutkan, nelayan bernama Sainudin Makian (43) dilaporkan melaut bersama beberapa rekannya dengan menggunakan perahu fiber bermesin 15 PK. Dengan perahu masing-masing, mereka berangkat pada Sabtu (19/1) pagi dan memancing hingga Minggu pagi (20//1).

“Rekan-rekannya sudah saling mengajak untuk segera pulang bersama pada Minggu pagi itu, namun Sainudin tidak menghiraukan, ia malah menyampaikan ke temanya, dirinya masih mau melaut dengan mempersilahkan rekan-rekannya lebih dulu pulang,” kata Misbah kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

Sainudin pun ditinggal sendiri oleh rekan-rekannya, sesampainya di kampung, rekan-rekannya memberitahukan istri Sainudin dan keluarganya bahwa Sainudin masih mau memancing. Karena kebiasaan Sainudin sering memancing berhari-hari, istri dan para keluarga pun menganggap hal biasa.

“Hanya saja kini sudah 4 hari tidak pulang, sehingga keluarga kemudian menginformasikan pada warga untuk mencarinya, namun usaha warga tidak buahkan hasil. Keluarga langsung mengambil langkah menginformasikan kepada kepolisian dan kami,” jelasnya.

Misban mengaku, pihaknya baru mendapat laporan nelayan hilang ini Rabu (23/1) kemarin, bersama Polairud serta anggota dari Pospol Kecamatan Mangoli Utara Timur, langsung bergerak melakukan pencarian karena dikhawatirkan ada ancaman nelayan ilegal. Anggota Polisi yang bertugas melakukan pencarian dibekali senjata lengkap, namun s upaya tim tidak membuahkan hasil atau Sainudin belum juga ditemukan.

“Upaya pencarian kami tak buahkan hasil, dikhawatirkan jangan sampai dia (Sainudin) diseret arus hinggah jauh saat mesinnya kehabisan minyak, maka kami mencoba menginfokan serta berkoordinasi dengan kabupaten tetangga yaitu Obi, Bacan maupun di Kabupaten Buru Provinsi Maluku,” ungkap Misbah.

Untuk diketahui, Sainudin hilang bersama perahu yang ditumpanginya berwarna biru, ayah dari 5 orang anak itu memiliki tingi badan sekira 1,7 meter, berkulit saumatang, miliki rambut ikal dan bentuk wajah oval. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut