6 Hari Terapung di Laut, Nelayan Waisakai Ditemukan Selamat

  • Bagikan
Kasubag Tata Usaha Pelabuhan Perikanan Pantai Bacan Halsel, Fahrudin Hadji bersama Sainudin Makian nelayan asal Desa Waisakai yang 6 hari ilang (Foto: Istimewa)

LABUHA – Seorang nelayan asal Desa Waisakai Kecamatan Mangoli Utara Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang hilang sejak Minggu (20/1), ditemukan selamat setelah 6 hari terapung di lautan bebas.

Kasubag Tata Usaha Pelabuhan Perikanan Pantai Bacan, Halmahera Selatan (Halsel), Fahrudin Hadji mengaku nelayan bernama Sainudin Makian ditemukan oleh Kapal Pengangkut Ikan  KM Jundri Jaya III di perairan Obi Kabupaten Halsel hendak menuju Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Korban hilang kontak selama 6 hari terapung di laut, ditemukan dalam keadaan selamat. korban ditemukan oleh kapal pengangkut ikan dari Fak-Fak Papua menuju Bitung dalam perjalanan di perairan Obi Halsel pada Sabtu (26 /1) di perairan Obi antara pulau Seram dan Obi Mayer,” kata Fahrudin kepada KabarMalut, Senin (28/1/2019).

Korban ditemukan, sudah dalam keadaan lemas pada perahu fiber ditumpanginya saat melaut karena 6 hari terombang ambing di laut tanpa makan. Sehingga langsung dilakukan penyelamatan oleh ABK kapal bersama barang-barangnya berupa mesin tempel 15 PK merk Yamaha, satu tangki minyak, satu galon dan satu gulung nilon.

“Sementara barang-barang lainya termasuk perahu fiber milik korban, tidak bisa diselamatkan lagi karena kondisi cuaca yang begitu buruk,” terangnya.

Fahrudin menambahkan, pengakuan korban selama terapung di laut dirinya hanya bisa mengandalkan setengah liter air minum yang ada di ceregennya dan dikonsumsi sedikit demi sediki untuk betahan hidup.

“Korban mengaku sudah pasrah, karena hanya air setengah liter yang dia jadikan bertahan hidup,” jelasnya.

Selanjutnya para korban dibawa ke Pelabuhan Perikanan Pantai Bacan, pagi tadi dan melaporkan kondisi korban ke pihak Perikanan Bacan.

“Selanjutnya kami dari Pelabuhah Perikanan mengambil identitas korban dan melakukan kontak ke pihak keluarga dan pihak BPBD Halsel sebagai instansi yang berweweng untuk selanjutnya korban dipulangkan ke kampung halaman,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut