Sandang Status Tersangka, Kejati Periksa Mantan Bendahara Umum Setda Halbar

  • Bagikan
Mantan Bendahara Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Halbar, Rhamad usai diperiksa sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Kejati Malut (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), memeriksa mantan Bendahara Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Halmahera Barat (Halbar) Rhamad, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Rp 1,6 miliar tahun 2015.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua mengatakan, mantan Bendahara Bagian Umum diperiksa sekira sekitar 7 jam lamanya, mulau pukul 11:00 WIT hingga pukul 18:00 WIT. Rhamad dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik, terkait dugaan penyalanggunaan dana pada Bagian Umum dan Perlengkapan Halbar.

“Yang ditanyakan oleh tim penyidik itu keterkaitan dengan masalah tersebut, tetapi kami masih perlu melakukan pendalaman dulu oleh tim penyidik, itu ditanyakan dua pertanyaan kepada yang bersangkutan,” kata Apris kepada KabarMalut, Senin (28/1/2019).

Meski Rhamad menyadang status tersangka, namun dalam pemeriksaan kali ini penyidik belum mengambil langkah penahanan. Penyidik masih mendalami terkait materi yang berkaitan dengan penyidikan.

“Intinya tim penyidik ingin mengungkapkan fakta terkait dugaan penyimpan uang di Bagian Umum Kabupaten Halbar. Selain  bersangkutan yang sudah ditetapkan tersangka ini, masih dilakukan pendalaman lagi,” ungkapnya.

Ia manambahkan, Rhamad ini ditetapkan sebagai tersangka pekan lalu, dan kali ini dimintai keterangan perdana dengan status tersangka. Selanjutnya penyidik bakal memeriksa saksi lain yang diduga mengetahui kasus yang ditangani sekarang.

“Mengenai siapa-siapa yang akan dipanggil penyidik, itu teknisnya ada di tim penyidik. Yang jelas siapa saja dipanggil tetap diperiksa,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, mantan Bendahara Bagian Umum dan Perlengkap Setda Halbar, Rhamad diduga menyelewengkan sisa uang pada Kas Pengeluaran senilai Rp 1,6 miliar. Uang tersebut tidak disetor ke Kas Negara malah digunakan untuk kepentingan pribadi, sebagimana hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Malut tahun 2016. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut