Tertangkap Pacaran, Dua Pelajar Dikeluarkan dari Sekolah

  • Bagikan
Ilustrasi: Siswa-siswi sedang pacaran

LABUHA – Nasib naas harus diterima dua pelajar SMK Negeri 1 Halmahera Selatan (Halsel), karena sering kedapatan  berpacaran di sekitar sekolah, keduanya langsung dikeluarkan dari sekolah.

Orang tua salah satu siswi, Muhammad Ali menuturkan, anaknya dikeluarakan dari sekolah karena ada salah satu guru melihat anaknya jalan bersama salah satu teman laki-lakinya di pinggir pantai tepat di depan sekolah. Oknum guru tersebut kemudian melaporkan kepada pihak kesiswaan, selanjutnya diteruskan kepada dirinya.

“Dalam laporan tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa anak saya telah menjalani hubungan pacaran dengan salah satu siswa di sekolah tersebut. Mendapat laporan itu, saya langsung datang ke sekolah untuk memastikan laporan tersebut,” kata Muhammad Ali kepada KabarMalut di rumahnya di Desa Mandaong, Senin (28/1/2019).

Awalnya, lanjut Ali, pihak sekolah memberikan hukuman skorsing kepada anaknya hingga waktu libur. Namun pasca libur, putrinya tidak lagi diterima pihak sekolah dengan alasan telah dikeluarga sehingga tidak bisa lagi menuntut ilmu di sekolah itu.

“Anak saya langsung diberi skorsing pada saat itu. Setelah libur masuk anak saya sudah tidak diterima lagi,” ungkap Ali.

Orang tua siswi yang dikeluarkan ini menyesalkan sikap pihak sekolah, sebab data 8355 atau data peserta ujian nasional tahun ajaran 2018/2019 sudah dikirim ke pusat.

Terpisah Kepala SMK Negeri 1 Halsel, Samiun Usman saat dikonfirmasi mengaku dirinya mengambil kebijakan mengeluarkan siswa-siswi yang terlibat pacaran itu karena keduanya sudah melewati batas pacaran. Bahkan kata Samiun, keduanya sering kedapatan berhubungan layaknya suami istri di sekitar sekolah di saat luar jam belajar.

“Kami terima laporan itu dari teman-teman siswa dan ada guru yang melihat keduanya. Pokoknya ada tapele (terhalang) sediki saja langsung dong biking (behubungan) sudah,” ujar tegas Samiun.

Sebelum dikeluarkan, sudah ada surat pernyataan dari pihak sekolah dan kedua siswa-siswi. Dalam surat pernyataan itu keduanya diminta tidak mengulangi perbuatan mereka, namun tetap saja kesalahan yang sama kembali terulang.

“Desakan OSIS kedua siswa harus dikeluarakan dari sekolah. Tindakan ini merupakan tindakan amoral,” jelasnya.

Terkait hal ini, Kepala Seksi Evaluasi Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Malut, Hasan Ibrahim mengaku sudah melayankan panggilan kepada pihak sekolah dan hingga hingga belum menghadap.

“Dua kali melalui telepone namun Kepsek tidak menghadap. Kepsek dengan siswi harus hadir  supaya ada penyelesian,” singkat Hasan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut