Banyak Pekerja di Halsel Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

  • Bagikan
Ilustrasi: BPJS Keternagakerjaan

LABUHA – Pekerja hotel, penginapan dan tempat hiburan (Karaoke) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) hingga saat ini belum terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Naketrans Halsel, Fahri Nahar mengatakan para pekerja itu dikerjakan oleh pengusaha. Secara otomatis pemilik usaha harus mendaftarakan para pekerja sebagai peserta BPJS.

“Mereka dipekerjakaan oleh pengusaha. Jadi kami hanya menunggu laporan,” kata Fahri ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/1/2019).

Dirinya mengaku, sudah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada pemilik usaha untuk mendaftarkan karyawan meraka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun surat pemberitahuan tersebut tidak digubris oleh pemilik usaha.

“Kami sudah menyurati pengelola untuk ikutkan pekerja dalam peserta BPJS. Namun surat atau edaran kami tidak diindahkan,” ujar Fahri.

Terkait ketenagakerjaan ini, kata Fahri, telah diatur dalam Undang-Undang nomor 13 tentang Ketenagakerjaan. Sanksi yang akan diberikan adalah pertama teguran administarsi.

“Cuman ini perul adanya sosialisai. Bukan hanya menyebar luas informasih berupa regulasi, tapi juga kesadaran untuk memenuhi itu,” ungka mantan Kabag Humas ini.

Kendati demikian, Fahri mengakui masih banyak perusahaan yang belum bonafit. Jika belum bisa terpenuhi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan maka akan mempengaruhi penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) di tahun berikutnya.

Untul menyikapi hal ini, Fahri mengaku sudah menggelar rapat dengan Sekertaris Daerah dan Inspektorat.

“Sudah rapat dengan Sekda dan Inspektorat untul membahas terkait keikutsertaan peserta BPJS,” pungkas Fahri. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut