Malut Berpotensi Bencana, BMKG Imbau Stakeholder Bersinergi

  • Bagikan
Kepala BMKG Ternate, Sulimin (Foto: Yunita/KabarMalut)

TERNATE – Terkait kesiapsiagaan bencana alam, BMKG Ternate menyampaikan kepada masyarakat lewat Pemerintah dan sejumlah instansi terkait untuk bersama-sama memiliki kepedulian terhadap kondisi cuaca Maluku Utara (Malut) saat ini.

Kepala BMKG Ternate, Sulimin menyebutkan berdasarkan data dari BMKG , Malut memiliki dua kondisi alam yang berpotensi menjadi bencana, yakni hidrologi yang berpotensi bencana yang berkaitan dengan jumlah curah hujan dan kecepatan angin serta tinggi gelombang. Sementara bidang fisika, yakni terkait gempa bumi atau gerakan tanah.

“Maluku Utara memiliki curah hujan yang tinggi yang terbagi pada dua musim hujan dalam setahun yang berpotensi bencana seperti banjir, curah hujan yang tinggi tersebut dikelompokan menjadi puncak pertama pada bulan Desember-Januari dan pada puncak kedua terjadi pada bulan Mei-Juni,” kata Sulimin ditemui KabarMalut, Rabu (30/1/2019).

Sulimin menambahkan jika dilihat pada update tahun 2018, Malut memiliki karateristik cuaca yang secara umum dibagi menjadi dua, yaitu dari segi geologi berupa gempa bumi  dan dari segi hidrometologi yang merupakan daerah dengan curah hujan dengan 2 musim yang berpotensi bencana.

“Kepada seluruh stakeholder diimbau yang ada agar bisa bersinergi bersama BMKG Ternate untuk membantu mensosialisasikan hal penting ini kepada masyarakat, dengan tujuan masyarakat bisa lebih mengetahui dan waspada ketika mengalami cuaca seperti saat ini,” jelasnya.

BMKG berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas di laut karena mengingat kondisi yang ekstrim saat ini masih terjadi. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut