Sengketa Pilkades di Halsel Terjadi Konspirasi, Dugaan Keterlibatan Kajari dan Oknum Wartawan Terkuak

  • Bagikan
Kabid Pemerintahan Desa DPMD Halsel, Sagaf Kasuba, (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Penyelesaian sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II yang diselenggarakan pada tanggal 27 November 2018 lalu, rupanya terjadi konspirasi. Dugaan ada kospirasi yang dilakukan oknum DPMD, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan oknum wartawan ikut terkuak.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Halsel, Sagaf Kasuba mengaku salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Baru Kecamatan Obi, Munir Hi Halek yang juga Karateker Kades Baru serta kepala sekolah desa setempat memberikan uang sebesar Rp 20 juta untuk diamankan. Sebab Munir juga tercatat sebagai Cakades dan mengajukan izin ke Dikbud, namun saat tahap berjalan di tahun 2017, Munir tidak mundur diri dari Karateker Kades.

“Tahapan itu dari tahun 2017 dia mundur di 2018,” kata Sagaf Kasuba ketika diwawancara sejumlah wartawan di Warkop Marimoi21, Desa Tomori, Rabu (30/1/2019).

Sambung Sagaf, sehingga hasil atau fakta persidangan dalam penyelesaian sengketa Pilkades,  Munir harus digugurkan.

“Kemudian dia minta bantu bagimana caranya. Sehingga saya bikin pendekatan karena pak Munir ini keluarganya Istri Bupati, saya bantu bawa sampai di kediaman Bupati, bagimana caranya tapi ternyata tidak ada jalan keluar,” beber Sagaf.

Karena tidak ada jalan keluar, Sagaf mengambil insiatif sendiri dengan cara menyuruh Munir mencari uang sebanyak Rp 20 juta dengan maksud meminta bantu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halsel untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Jadi saya punya insitaif menyuru Munir cari uang Rp 20 juta dengan maksud meminta bantu ke Kajari,” ujar Sagaf.

Lanjut Sagaf, awalnya Munir mendapat uang senilai Rp 15 juta, kemudian uang itu diserahkan Munir secara langsung ke dirinya (Sagaf).

“Habis magrib Munir datang. Saya telepon kejari Izin Pak saya ingin ketemu dan Kejari mengiakan untuk ketemu. Pas saya datang pak kejari mau keluar barangkat natal. Kami berdua bercerita dengan Pak kejari sampaikan maksud itu Pak Kejari bilang mau berangkat natal sampai tanggal 6, tunggu saya balik tanggal 6. Kemudian Saya pulang pak Kejari barangkat,” beber Sagaf.

Lebih lanjut, keesokan harinya Munir menambah uang dengan total Rp 20 juta. Kemudian Sagaf buka rekening di Bank BNI untuk titip uang tersebut sambil menunggu Kajari balik dari cuti natal tanggal 6 Januari. Belum sampai pada tanggal 6 Januari, Munir datang ke Sagaf dengan maksud mengambil uang Rp 20 juta yang ada ditangan Sagaf dengan alasan Munir sudah meminta bantuan kepada dua oknum wartawan untuk memediasi dirinya bertemu dengan Kajari. Mendengar alasan Munir seperti itu, Sagaf meras tersinggung. Karena menurut Sagaf, Munir tidak percaya dengan dirinya.

“Disitu saya merasa tersinggung. Karena saya pikir dia sudah minta bantu saya mediasi itu jadi saya merasa dia tidak percaya saya. Kalu bagitu saya kasi pulang uang,” ungkap Sagaf.

Sagaf kemudian mencabut kembali uang Rp 20 juta dari Bank BNI. Namum jumlahnya banyak sehingga uang tersebut dicabut dari ATM secara bertahap.

“Tapi uang ini tidak mungkin dalam satu hari bisa cabut semua. Paling besar satu kali cabut Rp 5 juta. Selesai magrib saya panggil ke rumah kembalikan uang yang jadi saksi itu Sekdes Doro dan Istri saya. Jadi uang itu saya sudah kembalikan, pas di kantor muncul bahasa-bahasa jadi saya sudah klarifikasi,” pungkas Sagaf.

Terkait hal ini, Kajari Halsel, Cristian CR dikonfirmasi membenarkan bahwa Sagaf Kasuba datang di rumah bertemu dengan dirinya untuk memberikan uang Rp 20 juta. Namun secara tegas, dirinya menolak dan mememinta Sagaf kembali.

“Dia coba kasi tapi saya menolak. Dan jangan, lebih baik untuk anak dan sitri. Bukan nilainya besar dan kecil tapi saya tidak mau disogok seperti itu,” tegas Cristian CR.

Sedangkan Munir Hi Halek belum dapat dikonfirmasi karena berada di Desa Baru. Wartawan media ini berusaha menghubungi nomor telepon pribadi 08134104xxxx juga berada di luar jangkaun. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut