Kadis Perikanan Pulau Morotai Kuker ke Tiga Koperasi Nelayan

Fizri Nurdin
Kadis Perikanan dan Kelautan Pulau Morotai, Suriani Antarani dan Kabag Humas Setda Pulau Morotai, Abdul Karim mempelihatkan hasil tangkap anggota Koperasi Nelayan Desa Sambiki (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA –  Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Morotai, Suriani Antarani melakukan kunjunga kerja (Kuker) di tiga Koperasi Nelayan diantara di Desa Daeo Induk, Desa Sambiki Kecamatan Morotai Selatan dan Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur, Kamis (31/1/2019).

Dalam Kuker itu, Suriani juga interview langsung dengan para nelayan setempat yang sudah tergabung dalam koperasi nelayan di desa masing-masing, serta meninjau produk unggulan dari sektor perikanan yang bersinergi dengan Sentral Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Pulau Morotai.

Kadis Perikanan dan Kelautan, Suriani Antarani didampingi Kabag Humas Setda Pulau Morotai, Abdul Karim ini mengaku kunjungan di tiga koperasu nelayan tersebut sekaligus survey langsung produk unggulan sektor perikanan dan melihat hasil yang diperoleh nelayan serta menghitung hasil tangkapan dan pendapatan menyeluruh.

“Alhamdulilah setelah kami mengunjungi tiga koperasi di tiga desa tersebut, respon dan hasilnya sangat memuaskan, namun ini tetap menjadi tanggung jawab kami selaku pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan dan ikut terlibat lagi pada koperasi nelayan yang sudah ada saat ini,” ungkap Suriani.

Penampung ikan di SKPT PT, Harta Samudra (Foto: Fizri/KabarMalut)

Menurutnya, keberadaan SKPT yang dikelola oleh PT Harta Samudera Morotai, salah satu perusahan yang berinvestasi di sektor perikanan dengan menggerakkan para nelayan melalui koperasi nelayan ini, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta Pendapatan Alsi Daerah (PAD) Pulau Morotai.

“Saat ini sektor perikanan sangat membantu Pemda, dari sisi PAD sangat menguntungkan dan menjadi devisa dari ekspor yang sudah berjalan,” terangnya.

Ketua Koperasi Nelayan Desa Daeo Induk, Ismul Pinang menyebutkan saat ini sudah ada 45 orang nelayan dan 9 armada yang dipakai untuk operasioanal. Koperasi Nelayan Desa Daeo Induk sendiri sudah bisa merasakan manfaat dari SKPT Pulau Morotai yang bisa menunjang dalam proses distribusi hasil tangkap dan lainnya.

“SKPT juga bisa memperpendek rentang kendali yang sebelumnya hasil laut hanya dibawa keluar, sekarang setelah ada SKPT sudah dibatasi. Selain itu, SKPT juga sangat membantu baik dari segi kebutuhan finansial para nelayan maupun perlengkapan nelayan saat di lapangan,” kata Ismul.

Kadis Perikanan dan Kelautan Pulau Morotai, Suriani Antarani
berbincang-bincang dengan para nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan di Desa Daeo Induk (Foto: Firzi/KabarMalut)

Dengan adanya SKPT, kualitas hasil tangkapan nelayan lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya yang tidak melewati SKPT. Sebab sebelumnya rata-rata hasil produk rusak dan tidak bernilai, karena tidak ada perawatan.

“Dari segi operasional, SKPT sangat berpengaruh misalnya harga es balok yang sebelumnya Rp 30 ribu rupiah per 50 kilogram, namun setelah ada SKPT di Desa Daeo kini sudah bisa sedikit membantu dengan harga Rp 25 ribu per 50 kilogram es balok,” tegasnya.

Ismul menyebutkan pertengahan tahun 2018 saja, Koperasi Nelayan sudah bisa mengekspor Ikan Tuna dengan ukuran tertentu diatas 5 ton, dan untuk tahun 2019 ini koperasi sudah bisa mengumpulkan hasil tangkapan sebanyak 1 ton melalui SKPT yang ada di Desa Daeo Induk.

Kadis Perikanan dan Kelautan Pulau Morotai, Suriani Antarani dan Kabag Humas Setda Pulau Morotai, Abdul Karim bersama para nelayan Koperasi Nelayan Desa Sangowo (Foto: Fizri/KabarMalut)

Hal senada juga disampaikan salah satu Nelayan Desa Daeo Induk, Suaib Sidasi yang sekaligis anggota koperasi, dirinya menyebutkan bahwa SKPT yang ada saat ini sangat membantu kebutuhan-kebutuhan yang ada di koperasi.

“Saya bersyukur dengan adanya SKPT ini, kebanyakan nelayan di desa ini sudah bisa membangun rumah, menyekolahkan anak, bahkan memiliki tabungan yang dihasilkan dari penjualan hasil tangkapan kemudian didistribusikan lewat SKPT,” akuinya.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Koperasi Nelayan Sangowo Timur, Fadli Djaguna menyebutkan bahwa SKPT sudah melayani kebutuhan nelayan dengan maksimal yang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya nelayan jarang keluar melaut, namun semenjak adanya SKPT nelayan sudah aktif melaut setiap harinya. (PN/Ajo)

Hak Cipta KabarMalut