Bawaslu Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pemilu

  • Whatsapp
Sosialisasi Pengawasan Pemilu oleh Bawaslu Pulau Morotai (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Untuk memaksimalkan tugas dan fungsi Pengawasan Pemilu di Kabupaten Pulau Morotai, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pulau Morotai menggelar sosialisasi tahapan pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) anggota DPRD, DPR, DPD serta Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Kegiatan berlangsung di Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan, Rabu (6/2/2019).

Sosialisasi dihadiri oleh seluruh Anggota Bawaslu Pulau Morotai. Dalam sosialisasi tersebut berbagai kelompok dan komunitas masyarakat di tingkat bawah, menjadi sasaran ajakan Bawaslu untuk turut mengawasi tahapan Pemilu.

Muat Lebih

“Mengawasi Pemilu agar berjalan jujur, aman dan damai, bukan hanya tanggungjawab Bawaslu, tapi tanggung jawab kita bersama. Dengan sosialisasi ini, kami mengajak seluruh komponen masyarakat agar turut serta mengawasi Pemilu nanti, tujuannya untuk meminimalisasi kecurangan-kecurangan yang mungkin akan terjadi di Pemilu 2019,” ujar Ketua Bawaslu Pulau Morotai, Lukman Wangko dalam sambutanya.

Lukman menyebutkan Pemilu legislatif maupun Pilpres, harus ada pengawasan yang dilakukan Bawaslu, meski  memiliki potensi adanya didukukng dari ormas organisasi kemasyarakatan yang juga menghimpun dan mendukung tugas Bawaslu.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini akan menumbuhkan semangat dari masyarakat untuk turut mengawasi tahapan pemilihan umum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lukman mengakui bahwa pengawasan akan lebih efektif dengan adanya kemudahan informasi dari masyarakat untuk memberikan pengaduan atau pun pelaporan. Sehingga

“Kami akan permudah akses masyarakat jika ingin memberikan informasi,” ucapnya.

Untuk pengawasan di tingkat desa, Bawaslu akan menempatkan pengawas di tiap-tiap TPS. Jumlah pengawas akan disesuaikan dengam jumlah TPS yang ada di desa tersebut. Namun menurutnya, itu tidak cukup untuk mengawasi seluruh tahapan Pemilu.

“Pengawas TPS hanya mengawasi tahapan menjelang hingga pemungutan suara saja. Sementara saat ini untuk mengantisipasi kecurangan selama tahapan Pemilu membutuhkan banyak informasi dari masyarakat,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *