Kejari Tetapkan Mantan Kepala Perwakilan Pulau Morotai Jadi Tersangka Korupsi

  • Whatsapp
Kepala Kejari Pulau Morotai, Supardi (Foto: Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Morotai, akhirnya menetapkan mantan Kepala Kantor Perwakilan Pulau Morotai di Jakarta, Fanny Bandari sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran kantor Perwakilan tahun 2015.

Penetapan Fanny sebagai tersangka korupsi itu lantaran penyidik Kejari memiliki dua alat bukti yang diperkuat dengan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP). Penetapan tersangka itu dilakukan beberapa waktu lalu, sehingga saat ini penyidik Kejari Pulau Morotai mempersiapkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Muat Lebih

“Sudah kita tetapkan tersangka Fanny Bandari beberapa waktu lalu, kita target bulan ini (Februari) juga kita limpahkan ke Pengadilan,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Morotai, Supardi saat dikonfirmasi Kabar Malut di ruang kerjanya, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, berdasarkan audit BPKP, anggaran kantor Perwakilan tahun 2015 yang dikelola oleh Fanny senilai Rp 2 miliar merugikan Negara sebesar Rp 800 juta.

“Total kerugian negara dalam kasus ini berdasarkan hasil audit BPKP yaitu sebesar Rp 800 juta dan untuk tersangka baru 1 orang dan masih dalam tahap pengembangan lanjutan,” jelasnya.

Penyidik menyangkakan pasal 2 dan 3 UU Tipikor terhadap Fanny dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *