Diduga ‘Sunat’ Dana DPK, Lurah Tarau Dipolisikan

  • Whatsapp
Tokoh masyarakat Tarau ketika berada kantor Dit Reskrimsus Polda Malut (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Perwakilan masyarakat Kelurahan Tarau, sekitar pukul 10:30 WIT tadi mendatangai kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), dalam rangka mempolisikan Lurah Tarau, Risal Tomagola yang diduga ‘menyunat’ Dana Perimbangan Kelurahan (DPK) 2017-2018.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar menuturkan kedatangan tokoh masyarakat Kelurahan Tarau, ke Dit Reskrimsus Polda Malut melaporkan dugaan penggelapan dana DPK tahun 2017-2018. Meski begitu, laporan ini masih bersifat pengaduan karena para pelapor belum melengkapi laporan resmi secara administrasi.

Muat Lebih

“Setelah konsultasi ke penyidik Dit Reskrimsus, penyidik mengarahkan agar melengkapi dokumen DPK yang diselewengkan oknum Lurah,” Hendri kepada wartawan, Kamis (7/1/2019).

Terpisah Ketua RT 03 Kelurahan Tarau, Nurdin Kader ketika dihubungi konfirmasi mengaku alasan mereka membawa kasus ini ke ranah hukum karena, tidak ada transparansi dari Lurah terkait dengan dana DPK dari 2017-2018 .

“Kami terpaksa melaporkan masalah ini ke penegak hokum, karena selama dua tahun kami bersabar, namun kenyataanya transparansi Lurah terkait anggaran DPK pun tidak terbuka ke masyarakat,” tegas Nurdin.

Diakui, pihaknya tidak mengklaim Lurah menggelapkan dana DPK senilai Rp 180 juta dalam kurung waktu dua tahu, hanya saja sikap Lurah yang tidak transparan ke masyarakat sehingga melaporkan Lurah ke Polda Malut.

“Rencananya besok kami akan masukan laporan Polisi secara resmi, sekaligus menyerahkan bukti-bukti yang kami pegang,” akuinya.

Sebelum kasus ini dibawah ke ranah hukum, Nurdin mengaku pihaknya sudah lebih awal melaporkan ke Ombudsman  Malut selaku lembaga pengawasan, serta ke Pemerintah Kota Ternate, hanya saja sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Kami sudah laporkan ke Ombudsman maupun hering ke Pemkot Ternate, tapi itulah tidak ada transparansi anggaran yang membuat kami lapor ke polisi” tegasnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *