Dua Tahun Jalan Desa Longsor, Pemda Halbar Tetap Cuek

  • Whatsapp
Kades Dere Albert Dehe saat menunjukan lokasi longsor (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Meski sudah lebih dari dua tahun jalan Desa Dere Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) menuju pelabuhan tambatan perahu mengalami longsor dan mengancam keselamatan masyarakat. Pemerintah Daerah (Pemda) Halbar memilik cuek dan tidak segera memperbaiki.

Kapala Desa Dere, Albert Dehe mengaku kondisi jalan yang sangat memprihatin ini sudah dua tahun mengalami kerusakan akibat longsor. Sebagai pimpinan di desa, dirinya tidak menginginkan ada warganya menjadi korban jika melewati jalan tersebut, sehingga telah menyurat ke Pemda melalui Dinas PU-PR dan BPBD dengan harapan segera membangun talud.

Muat Lebih

“Di tahun 2017  saya sudah menyurati dua kali ke Dinas PU-PR dan BPBD tembusannya ke bupati. Namun sampai saat ini belum ada kabar yang pasti,” kata Albert kepada KabarMalut, Minggu  (10/1/2019).

Untuk mencegah terjadinya longsor yang lebih parah, warga memilih menanam pohon pada tebing untuk menahan tanah di sekitar lokasi longsor.

“Warga melakukan penanaman pohon di tebing pingiran jalan, sebagai penahan agar tidak menimbulkan longsor susulan,” jelas Alber.

Menurutnya, upayah untuk segara ada perbaikan dari Pemda telah disampaikan sudah berulang kali, hanya saja Pemda masih tetap cuek. Sebab dirinya sejak 2017 hingga 2018 telah empat kali menyurat secara resmi ke dinas terkait, tapi tidak ditindaklanjuti.

“Di tahun 2018 itu sudah dua kali menyurati yang sama, namun tidak ada jawaban kepastian dari Pemda untuk perbaikan sehingga warga sampai saat masih dalam kesulitan menuju ke pelabuhan,” terangnya.

Tidak hanya menyurat, Alber menambahkan dirinya juga pernah menyampaikan secara langsung kepada Bupati Halbar Danny Missy saat berkunjung beberapa waktu lalu di Desa Dere. Bahkan di hadapan bupati, Alber mengaku mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa (DD) untuk perbaikan, hanya saja biayanya tetap tidak mencukupi.

“Pak bupati saat kunjungan ke desa saya, saya langsung memberitahukan ke bupati jalan ini saya ambil kebijakan pakai DD. Namun bupati menyampaikan tidak akan cukup, dan bupati hanya sebatas mendengar keluhan saya,” tutur Kades mengutip pernyataan Bupati.

Alber mengharapkan adanya perhatian Pemda Halbar untuk mempercepat pembangunan talud di lokasi tersebut, sebelum adanya jatuh korban.

Terpisah Kepala BPBD Halbar, Imran Lolory saat konfirmasi terkait surat Kades Dere yang ditujukan kepadanya, mengaku BPBD tidak memiliki kewenangan membangun talud tersebut, karena lokasi longsor merupakan jalan bukan rumah warga.

“Sampai sekarang belum saya belum dapat laporan longsor kapan dan itu bukan kerusakan rumah tetapi jalan, maka itu ranahnya Dinas PU-PR,” singkat Imran.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU-PR Halbar, Abdul Hamid Yusri menjelaskan telah menindaklanjuti surat Kades Dere ke bagian Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU-PR. Hanya saja, longsor di Desa Dere membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga harus diusulkan ke Balai.

“Karena itu harus dibuat talud penahan tanah, kalau longsor besar maka harus ke Balai,  tapi informasi kemarin katanya ada Balai yang masuk, itu info yang saya dapat,” akui Yusri.

Dirinya bahkan menyarankan Kades Dere untuk menyurat ke Bidang SDA dan akan diteruskan ke Balai. Sebab pembangunan talud tingginya harus lebih dari 25 meter dan membutuhkan anggaran yang besar.

“Jadi itu ranahnya SDA, saya hanya membantu dan memberikan saran ke pak Kades untuk menyurati ke Bidang SDA kabupaten dan provinsi ke Balai biar mereka bisa tangani, karena itu skala besar dan dibutuhkan anggaran juga harus besar,” pungkas Yusri. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *