Kembali Rombak Kabinet, Sekda Lantik 13 Pejabat Eselon III dan IV

  • Whatsapp
Pejabat eselon III dan eselon IV lingkup Pemkab Pulau Morotai (Foto: Istimewa)

DARUBA – Bupati Pulau Morotai, Benny Laos kembali merombak sejumlah pejabat Eselon III dan IV di lingkup pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Sebanyak 13 Pejabat dilantik oleh Sekda Muhammad M Kharie yang berlangsung di aula kantor bupati, Senin (11/2/2019).

Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati nomor: 821.23/4/KEP/PM/II/2019 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai. Dari 13 pejabat yakni eselon III 5 Orang dan eselon IV 8 orang.

Muat Lebih

Sekda Pulau Morotai, Muhammad M Kharie membacakan sambutan Bupati Pulau Morotai Benny Laos, mengatakan beberapa waktu lalu, telah melakukan perubahan formasi JPT di Dinas Sosial. Langkah strategis penggantian JPT ini, dimaksudkan untuk mendorong performa birokrasi, agar menyesuaikan dengan perkembangan dinamika lingkungan sosial, ekonomi dan politik di Morotai.

“Organisasi perangkat daerah yang kami pandang strategis dalam pencapaian visi-misi, akan terus kami pantau. Oleh sebab itu, jika terdapat kepincangan dalam penyelenggaraanya, maka kami adakan evaluasi secepatnya,” ungkap Muhammad.

Sudah tentu pihaknya memiliki peta jabatan yang masing-masing telah terisi dengan pejabat administrator dan jabatan pengawas. Namun seringkali mengalami hal serupa, pada masa-masa sebelumnya.

“Peta ini diisi hanya sekadar melengkapi Struktur Organisasi dan Tata Laksana. Akibatnya, banyak pejabat dalam jenjang administrator dan pengawas yang kerap disebut (mohon maaf) belum memenuhi syarat. Baik dari segi administratif, maupun kompetensi. Adakalanya, kita melakukan ‘by pass’ ketentuanya perundang-undangan. Tingkatan jabatan yang mestinya diisi oleh ASN berpangkat tertentu, coba diakali dengan cara-cara yang menurut hemat kami adalah cara yang tak patut digunakan dalam tata kelola birokrasi,” cetusnya.

Dia juga menengaskan bahwa mengguncang nalar birokrat  yang hari-hari bekerja dibalik meja birokrasi. Sekali lagi, hal ini menunjukkan betapa tidak teliti untuk satu hal-penting yang berimplikasi hukum. Bupati memberi peringatan keras, untuk pejabat administrator dan pengawas yang membidangi fungsi ini.

“Saya berharap, dengan rentetan kesalahan yang terjadi belakangan ini, menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama yang berdiri di hadapan saya,” tutupnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *